Didik J Rachbini Dukung Langkah Erick Thohir Bubarkan BUMN “Hantu”

Didik J Rachbini Dukung Langkah Erick Thohir Bubarkan BUMN “Hantu”

Sosial Budaya No Comments on Didik J Rachbini Dukung Langkah Erick Thohir Bubarkan BUMN “Hantu”

BeritaMonas.com – Menteri BUMN Erick Thohir berencana akan membubarkan BUMN “hantu” yang keberadaannya tidak bermanfaat bagi masyarakat dan tidak memberikan kontribusi terhadap APBN malah dianggap dapat membebani.

Guru Besar Ilmu Ekonomi sekaligus Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J Rachbini mendukung langkah Erick Thohir membubarkan BUMN ‘hantu’ untuk menyehatkan BUMN melalui restrukturisasi di perusahaan BUMN. Menurutnya, sudah terdapat ratusan BUMN yang tidak signifikan memberikan keuntungan dan dalam kondisi sakit yang sudah saatnya untuk dibubarkan.  

“BUMN sekarang sudah terlalu gemuk sehingga mengganggu dinamika bisnis, dan juga kontribusinya kepada BUMN tidak nyata, tidak signifikan malah menggerogoti jadi (BUMN) yang kolaps-kolaps itu, yang sudah tidak sehat itu, yang tinggal namanya memang sebaiknya dibubarkan untuk apa dipertahankan dan sudah ratusan jumlah BUMN itu,” ungkap Didik, Selasa (16/6/2020).

Didik percaya Erick Thohir sebagai seorang profesional akan menjalankan sesuai dengan kapasitasnya. Namun, ia menyayangkan sikap profesional Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dalam melakukan kebijakan penyehatan BUMN diganggu oleh para politisi yang merasa terganggu kepentinganya sehingga berusaha untuk menyingkirkan mantan bos klub sepakbola Inter Milan itu.

“Erick itu sebagai profesional tentu akan menjalankan sesuai dengan kapasitasnya, sebagai profesional dia punya modal yang bukan seperti pejabat yang ditaroh disitu, tetapi punya pengalaman bisnis iya tidak. Sekarang diganggu oleh partai untuk disingkirkan, iya itu dinamika politik yang terjadi kan sedang diganggu seperti itu,” ulasnya. 

Ketua Dewan Pengurus LP3ES itu menerangkan, ketika ada perusahaan BUMN dinilai sudah tidak produktif artinya sudah tidak layak dijalankan maka sudah tidak perlu lagi untuk dipertahankan.

Didik mencontohkan, di Jepang memiliki ribuan perusahaan yang cukup dinamis, perusahaan disebut ada yang berhasil tumbuh namun ada juga yang mengalami kebangkrutan. Namun, hal itu dianggap dinamika yang biasa dalam bisnis.

“Perusahaan di Jepang itu, tumbuh-mati, tumbuh-mati biasa saja. Dunia usaha juga begitu, orang mendirikan perusahaan 10 yang jadi 3 tidak apa-apa, seperti tanam padi tidak semuanya hidup, tidak ada masalah, itu suatu dinamika yang biasa saja,” ungkap Didik. 

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengungkapkan, banyak perusahaan pelat merah yang tidak berguna bagi pembangunan di Indonesia.

Bahkan, ada BUMN yang tidak tahu lokasi kantornya di mana yakni PT Iglas, karena itu terang dia Menteri Erick Thohir membutuhkan kewenangan lebih besar untuk membubarkan hal tersebut.

“Sekarang kita minta supaya ada kewenangan tambahan dipegang Menteri BUMN khususnya supaya perusahaan-perusahaan yang tidak bisa dipertahankan itu bisa dibubarkan oleh Pak Menteri BUMN. Kalau itu bisa, kan membuat kita lebih lega,” kata Arya di Jakarta, beberapa waktu yang lalu. 

Dia melanjutkan untuk membubarkan BUMN ‘hantu’ yang dilakukan adalah membuat payung hukum,bisa berbentuk Peraturan Presiden (Perpres).

Adapun payung hukum yang telah diberikan kepada Erick saat ini baru terkait kewenangan menggabungkan atau merger BUMN. 

Leave a comment

Search

Back to Top