Menuju New Normal, Bangkitkan Kembali Ekonomi Sabang

Menuju New Normal, Bangkitkan Kembali Ekonomi Sabang

Sosial Budaya No Comments on Menuju New Normal, Bangkitkan Kembali Ekonomi Sabang

BeritaMonas.com – Pemerintah Kota Sabang, sejak beberapa minggu lalu, telah mengizinkan dibukanya kembali lokasi pariwisata serta pengoperasian transportasi laut ke kota wisata itu, tapi tetap dengan pengawasan dan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19.

Menurut Kepala Bagian Umum dan Humas Pemko Sabang, Bahrul Fikri, kebijakan itu merupakan hasil rapat bersama unsur Forkopimda yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Sabang, nomor 440/3111 tanggal 1 Juni 2020, tentang pengaturan aktivitas transportasi penyeberangan dan wisata di Kota Sabang, terkait pandemi virus Corona.

“Kapal cepat dan kapal fery roro beroperasi satu kali pulang-pergi per hari, dengan pembatasan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal. Operasional kapal tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya, Senin (1/6/2020).

Kini, sebagai langkah lanjutan untuk membuka kembali akses ekonomi dan akses sosial di Sabang, Pemko Sabang tetap menerapkan kehati-hatian, sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona. Sebagaimana diketahui, Sabang adalah salah satu dari 14 Zona Hijau (zero Corona) yang ditetapkan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melalui surat edaran (SE).

Dalam Surat Edaran Tanggal 2 Juni 2020 Nomor: 440/7810 tentang Penerapan Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 pada Zona Merah dan Zona Hijau di Provinsi Aceh, Plt Gubernur Aceh juga merilis 9 kabupaten/kota yang masih termasuk Zona Merah.

Membangkitkan Ekonomi di Fase New Normal

Bagi Kota Sabang, yang statusnya sebagai Zona Hijau, sudah bisa memulai fase kehidupan tatanan baru atau lebih dikenal dengan sebutan New Normal (normal baru), untuk membangkitkan kembali ekonominya, termasuk di sektor pariwisata.

Untuk sektor pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Sabang, Aceh, pernah mencatat, sedikitnya 29.827 wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Pulau Sabang sepanjang tahun 2018. Angka itu meningkat drastis dibanding tahun 2017 yang hanya 2.981 orang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sabang, Faisal, dalam portal resmi Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Aceh, Jumat (1/3/2019) mengatakan, data itu bersumber dari Kantor Admisnistrasi Pelabuhan Balohan Sabang yang rutin melayani penyeberangan dari Pelabuhan Ulee-Lheue, Banda Aceh ke Balohan Kota Sabang atau sebaliknya.

“Wisatawan mancanegara itu mengincar destinasi wisata bahari yang tersebar di seluruh pelosok Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),” kata Faisal.

Tapi kondisinya berbanding terbalik setelah adanya pandemi virus Corona. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat turis mancanegara yang berwisata ke Provinsi Aceh, pada April 2020 hanya satu orang. Penurunan drastis ini akibat ditutupnya penerbangan internasional karena pandemi COVID-19.

Kepala BPS Aceh Ihsanurijal, mengatakan, jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang masuk melalui pintu kedatangan di Provinsi Aceh menurun hingga 99,69 persen dibandingkan Maret lalu. Angka tersebut juga menurun drastis sebesar 99,97 persen bila dibandingkan April 2019. (Detik.com, 3 Juni 2020).

Membangkitkan Kembali Ekonomi Sabang

Langkah lanjutan dalam penanganan COVID-19, Pemko Sabang kini telah mulai menerapkan new normal berdasarkan arahan ataupun imbauan dari provinsi dan pemerintah pusat.

Menindaklanjuti imbauan tersebut, Pemko Sabang sudah mengeluarkan aturan terkait tata laksana kegiatan ekonomi dan sosial, sebagai upaya mempertahankan pulau ini tetap pada status Zona Hijau, bersamaan dengan itu, ekonomi di Sabang juga diharapkan bisa berkembang kembali.

Seperti diketahui, dalam masa pandemi virus Corona, Sabang terdampak langsung pada penurunan pendapatan ataupun ekonomi masyarakat.

“Kenapa saya katakan langsung terdampak semenjak terjadinya wabah pandemi Corona? Karena Kota Sabang sendiri sektor unggulannya adalah pariwisata, dan pariwisata itu tentunya berkaitan dengan kehadiran manusia di satu daerah termasuk di Kota Sabang. Jadi dampak langsungnya mungkin keterkaitan dengan kunjungan wisatawan ke Kota Sabang,” kata Asisten I Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman AP, M.Si.

“Tapi Alhamdulillah, sekarang ini kita masuk dalam masa ataupun fase tahapan new normal. Di mana sebenarnya menuju fase new normal ini adalah upaya kita untuk memahami pada keadaan biasanya tapi perlahan menuju perbaikan berbagai kondisi kehidupan normal baru,” lanjut Andri Nourman.

Menurutnya, untuk menuju new normal ini semua tetap pada penerapan protokol kesehatan yang ketat. Apa yang telah dilakukan Pemko Sabang selama ini, sebenarnya sejalan dengan penerapan New Normal, yaitu adanya pembatasan dan pengawasan terhadap orang yang keluar-masuk Sabang.

Pembebasan untuk keluar-masuk ke kota Sabang dengan penerapan protokol kesehatan, adalah salah satu upaya untuk membangkitkan kembali ekonomi Sabang, tapi dengan catatan tetap memenuhi syarat-syarat kesehatan. Setiap pengunjung harus menjalani protokol kesehatan, bagi yang diizinkan masuk Sabang, tetap diwajibkan mengenakan masker dan menjaga jarak.

Beberapa waktu yang lalu, instruksi ini juga sudah didiskusikan dalam rapat koordinasi bersama Forum Pimpinan Daerah Kota Sabang (Fokopimda), kemudian ditindaklanjuti oleh wali kota dengan surat edarannya.

“Dalam surat edaran ini ada beberapa poin penting, yaitu mengaktifkan kembali pelayaran kapal cepat, tapi dengan pembatasan jumlah penumpang maksimal 50 persen,” kata Asisten I Sekretaris Daerah Kota Sabang ini.

Dengan penerapan fase New Normal, Pemko Sabang mengharapkan perekonomian masyarakat di dalam masa penanganan COVID-19 ini, yang sempat terdampak Corona ini, bisa bangkit kembali seperti sedia kala.

“Kita doakan saja mudah-mudahan pariwisata Sabang bisa menuju new normal dan bangkit kembali dari mati surinya,” lanjutnya.

Harapan kita, kata Andri Nourman, bila sektor pariwisata Sabang sudah kembali normal, masyarakat yang selama ini bekerja di sektor pariwisata dan sempat “dirumahkan,” bisa kembali bekerja. Sebab masyarakat harus kembali bekerja dan memperoleh penghasilan untuk menghidupi keluarganya, harapnya.

Sementara itu, Asisten II Sekretaris Daerah Kota Sabang, Drs Kamaruddin, mengatakan, masyarakat Sabang saat ini tengah bersiap diri untuk menjalani fase kenormalan baru.

Sebagai langkah awal menuju new normal tersebut, Pemko Sabang sedang mempersiapkan segala peraturan. Artinya, dengan diterapkannya new normal, masyarakat Sabang tentunya akan kembali menjalani rutinitas seperti biasa dengan tetap mengikuti aturan main protokol kesehatan.

Asisten II Sekretaris Daerah Kota Sabang, Drs Kamaruddin. (Foto/Ist)

Oleh karena itulah, berbagai persiapan di tengah masih mewabahnya virus Corona atau COVID-19 di Indonesia, yang penting dilakukan, bagaimana upaya pemerintah menciptakan aturan dimaksud dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat saat beraktivitas di luar rumah.

“Dalam hal ini kita harus bisa mengidentifikasi atau menjalankan protokol kesehatan terkait dengan virus Corona, dan kita mengikuti aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi,” kata Kamaruddin.

“Jadi yang pertama kita lakukan di Sabang, kita harus terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” lanjutnya.

Kedua, terkait kebijakan pemerintah dalam rangka menumbuhkan ekonomi, Pemko Sabang sudah memberi kelonggaran. Seperti, membuka kembali objek wisata dengan syarat dan aturan kesehatan atau mengacu pada protokol kesehatan.

Menurutnya, persiapan untuk menjalani new normal adalah menerima perubahan yang terjadi dengan cara mengikuti semua aturan maupun imbauan yang dari pemerintah. Setelah menerima perubahan, langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

“Makanya saya yakin setelah masyarakat menerima perubahan dari penerapan mew normal, kehidupan masyarakat Sabang juga akan kembali normal seperti yang kita harapkan bersama,” terangnya.

Seperti pada surat edaran Plt Gubernur Aceh, kepada kepala daerah di Zona Hijau diminta agar melakukan rapat koordinasi dengan Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menerbitkan seruan bersama agar masyarakat menjalankan protokol kesehatan, menerbitkan kebijakan pemerintah kabupaten/kota dalam bentuk keputusan bupati/wali kota, instruksi bupati/wali kota, surat edaran bupati/wali kota, dengan menerapkan “Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19,” dengan mempertimbangkan masukan dari Forkopimda.

Kegiatan masyarakat itu melalui tahapan edukasi dan sosialisasi dan jika ditemukan kasus positif maka harus langsung dievaluasi. Melakukan testing yang masif, tracing yang agresif dan isolasi ketat serta treatment yang dapat menyembuhkan pasien COVID-19.

Selain itu, diminta untuk peningkatan kapasitas layanan kesehatan, penyediaan dan prasarana layanan pemerintah yang mudah diakses guna menghindari kerumunan. Termasuk kesiapan pemerintah gampong, kesiapan dunia usaha, menegakan protokol kesehatan di tempat umum, di luar rumah, pusat keramaian, transportasi publik dan tempat keramaian lain. Hingga monitoring dan evaluasi pelaksanaan tatanan normal baru bersama unsur Forkopimda kabupaten/kota. (**)

Leave a comment

Search

Back to Top