Almisbat: Erick Thohir Tak Membunuh Kenangan di Sarinah

Almisbat: Erick Thohir Tak Membunuh Kenangan di Sarinah

Ekonomi No Comments on Almisbat: Erick Thohir Tak Membunuh Kenangan di Sarinah

BeritaMonas.com – Ketua Umum Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Hendrik D Sirait menilai keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terkait perubahan konsep bisnis Sarinah tidak membunuh kenangan di Sarinah. Menurutnya keputusan Erick Tohir justru akan mengembalikan khittah Sarinah menjadi sangat lokal atau “Indonesia Friendly”.

“Jadi, keputusan Pak Erick Thohir bukan untuk membunuh kenangan di Sarinah. Ini pasti bukan hal mudah. Juga mungkin bukan hal yang diinginkan, tapi hal itu jelas diperlukan,” ujar Hendrik kepada wartawan, Selasa (12/5/2020).

Keputusan Erick Thohir, kata Hendrik juga mencerminkan adanya pemahaman untuk menempatkan sekaligus gagasan tentang kemajuan yang relevan dengan tantangan dan semangat perubahan zaman, dengan penghormatan atas sejarah di saat bersamaan.

“Kedua hal tersebut penting agar masyarakat Indonesia semakin memahami jati dirinya, sehingga dapat terkoneksi secara bermartabat dalam pergaulan komunitas global,” tandas dia.

Konsep “Indonesia Friendly” yang digagas Erick melalui Sarinah, di sisi lain sejalan dengan kebutuhan bisnis khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama ini mereka memiliki cukup banyak kendala dalam menghadapi rezim perdagangan bebas. Menurut Hendrik, tantangan bagi UMKM dipastikan akan lebih berat di masa mendatang.

“Apalagi, sebagai negara yang tergabung Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), Indonesia ikut menyepakati komitmen APEC yang menargetkan Asia Pasifik menjadi wilayah perdagangan bebas pada 2020. Komitmen tersebut disepakati pada APEC Ministrial Meeting ke-29, di Vietnam, awal November 2019 lalu,” ungkap Hendrik.

Dengan konsep baru itu, kata Hendrik, publik tentu berharap Sarinah bisa menjadi salah satu etalase atau meja terdepan pelaku UMKM untuk mengatasi sekian banyak kendala di bidang pemasaran, eksibisi, kesepakatan bisnis, permodalan, dan lain-lain. Dia juga menilai urgensi perubahan konsep bisnis Sarinah juga sejalan dengan data Kementerian Koperasi dan UKM.

“Pada saat ini diperkirakan terdapat 59,2 juta pelaku UMKM dengan 5.400 unit usaha. Dari jumlah unit itu, Usaha Mikro menyerap sekitar 107,2 juta atau 89,2 persen tenaga kerja, Usaha Kecil 5,7 juta atau 4,74 persen , dan Usaha Menengah 3,73 juta atau 3,11 persen. Artinya secara gabungan UMKM menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional,” terang dia.

Lebih lanjut, Hendrik mengatakan Kemenkop UKM juga melansir baru sebanyak 3,79 juta atau 3 persen UMKM yang telah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produk-poduknya. Dengan demikian masih banyak dari mereka yang belum begitu kuat terkoneksi dengan pasar.

Hendrik menegaskan potensi UMKM yang luar biasa itu tentu memerlukan dukungan kebijakan yang kuat dan konsisten dari semua pihak termasuk dari pemerintah. Pelaku UMKM pun, kata dia, perlu habitat atau ruang yang memungkinkan mereka mampu berinteraksi dengan pelaku bisnis lokal maupun global.

“Dengan demikian, Almisbat meyakini Menteri BUMN Erick Thohir sejatinya tidak sedang berniat membunuh saksi dari sekian sejarah dan kenangan yang tercipta di Sarinah, tapi justru sebaliknya mengembalikan Sarinah ke jati dirinya sesuai gagasan besar Soekarno. Sekaligus mempersiapkannya sebagai ikon kemajuan masyarakat Indonesia, sekarang dan di masa mendatang,” pungkas Hendrik.

Leave a comment

Search

Back to Top