Transportasi Umum Beroperasi Kembali, Mudik Tetap Dilarang

Transportasi Umum Beroperasi Kembali, Mudik Tetap Dilarang

Sosial Budaya No Comments on Transportasi Umum Beroperasi Kembali, Mudik Tetap Dilarang

BeritaMonas.com – Media sosial ramai dengan perbincangan yang merespons kebijakan pemerintah yang kembali mengizinkan seluruh moda transportasi untuk beroperasi kembali.

Sejumlah warganet menganggap bahwa masyarakat sudah boleh mudik karena beroperasinya moda transportasi umum ini.

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menegaskan bahwa larangan mudik tetap berlaku.

Tidak ada perubahan peraturan tentang mudik.

Narasi yang beredar

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, ada sejumlah akun yang mengunggah narasi bahwa modik telah diperbolehkan kembali. Dua di antaranya akun Twitter Inne, @susterinne dan @LPriyoko.

Kemaren ada larangan gak boleh mudik, udah keren tuh. Sekarang boleh mudik bawa surat keterangan, gobloknya gak selesai2,” tulis akun @susterinne dalam twitnya, Kamis (30/4/2020).

Tangkapan layar unggahan dari akun Twitter @susterinne pada Kamis, (30/4/2020).

Tangkapan layar unggahan dari akun Twitter @susterinne pada Kamis, (30/4/2020).(Twitter @susterinne)

Dalam kolom komentar, Inne melanjutkan twitnya dengan menyebutkan surat urgensi tersebut dikeluarkan oleh tiga instansi yakni Dinas Perhubungan, Kepolisian Resor (Polres), atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, serta memiliki alasan darurat untuk pulang kampung.

Twit Inne, hingga Jumat (8/5/2020) siang, telah dibagi ulang sebanyak 118 kali.

Sementara itu, akun Twitter @LPriyoko menyebutkan, saat ini diperbolehkan mudik, yang tidak diperbolehkan yakni pulang kampung.

Kemaren gak boleh mudik,skrg boleh mudik..yg gak boleh skrg pulang kampung,” tulis akun @LPriyoko dalam twitnya, Kamis (30/4/2020).

Tangkapan layar unggahan dari akun Twitter @LPriyoko pada Kamis, (30/5/2020).

Tangkapan layar unggahan dari akun Twitter @LPriyoko pada Kamis, (30/5/2020).(Twitter @LPriyoko)

Tak hanya itu, ia juga mengunggah dua halaman depan dari media online terkait pemberitaan mengenai kelonggaran melakukan 

Mudik tetap dilarang

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan, tidak ada perubahan aturan terkait pelarangan mudik.

Artinya, mudik tetap dilarang.

“Saya tegaskan, tidak ada perubahan peraturan tentang mudik, artinya mudik dilarang,” ujar Doni dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Rabu (6/5/2020).

Pernyataan ini disampaikannya karena ada kesan seolah-olah mudik diperbolehkan dengan syarat tertentu.

Anggapan ini muncul setelah adanya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Orang dalam rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19).

Setelah itu, adanya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dan Surat Edaran dari Menko Perekonomian.

“Saya tegaskan sekali lagi, mudik dilarang! Titik!” ujar dia.

Ia menjelaskan, Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 dikeluarkan untuk mengatasi terhambatnya pelayanan penanganan Covid-19 dan pelayanan kesehatan akibat terbatasnya transportasi.

Kebutuhan transportasi di antaranya untuk pengiriman alat kesehatan yang sulit menjangkau seluruh wilayah.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, terbitnya surat edaran tersebut untuk memberikan kelonggaran bagi moda transportasi agar kembali beroperasi.

Dengan demikian, harapannya, perekonomian nasional tetap berjalan. 

Leave a comment

Search

Back to Top