Rapid Test Kit dan Ventilator Buatan RI Meluncur Bulan Ini

Rapid Test Kit dan Ventilator Buatan RI Meluncur Bulan Ini

Sosial Budaya No Comments on Rapid Test Kit dan Ventilator Buatan RI Meluncur Bulan Ini

BeritaMonas.com – Konsorsium Covid-19 menunaikan targetnya mengembangkan rapid test kit dan ventilator, untuk membantu penanganan pandemi virus corona (Covid-19) di dalam negeri. Alat kesehatan itu ditargetkan bulan ini sudah diluncurkan.

Untuk rapid test kit Covid-19 atau perangkat untuk mendeteksi virus corona, kini sudah masuk tahapan produksi massal. “Ditargetkan pekan depan, 10.000 rapid test sudah selesai diproduksi,” ungkap Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro, Minggu (3/5) malam.

Rapid test kit tersebut merupakan uji diagnostik cepat Rapid Diagnostic Test (RDT) untuk mendeteksi IgG/IgM berbasis peptide sintesis.

Rapid test kit itu karya anak bangsa. Alat itu dikembangkan Konsorsium Riset Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan Universitas Airlangga dan Universitas Gadjah Mada.

Menurut Bambang, produksi alat tes yang ditargetkan akhir Mei ini, bisa mencapai 50 ribu unit. Selain rapid test kit, Bambang mengungkapkan, pengembangan ventilator oleh anak bangsa juga menunjukkan hasil menggembirakan.

Alat bantu napas tersebut sudah masuk uji coba tahap akhir sebelum dapat digunakan untuk penanganan Covid-19. “Saat ini, ventilator itu sedang uji ketahanan di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kemenkes,” ujarnya.

Usai uji ketahanan, lanjut Bambang, ventilator tersebut akan diuji secara klinis. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu selama sepekan. “Sehingga kita harapkan pertengahan Mei kita sudah bisa melihat ventilator produksi Indonesia yang diproduksi oleh mitra industri,” jelasnya.

Untuk memproduksi ventilator tersebut, Bambang menuturkan, pihaknya bekerja sama dengan beberapa konsorsium BUMN dan swasta. Disebutkan, ada empat prototype ventilator yang saat ini sudah melalui proses pengujian BPFK.

Ventilator yang kini sedang diuji secara klinis adalah prototipe yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan perusahaan swasta PT Dharma.

Bambang berharap, produksi ventilator tersebut ke depan dapat memenuhi kebutuhan dalam perang melawan Covid- 19. Menurutnya, saat ini dibutuhkan sekitar 1.000 ventilator jenis Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dan sekitar 668 ventilator jenis Ambu Bag.

Untuk ventilator jenis Ambu Bag dibuat oleh BPPT. Ventilator itu bisa juga dipakai untuk ruang instalasi gawat darurat (IGD) atau ruang emergency. Jadi, sangat membantu pasien yang kebetulan sedang berada dalam kondisi emergency. Sementara, jenis ventilator lainnya dapat digunakan untuk pasien yang berada di ruang operasi.

“Kita akan mengembangkan ventilator yang nantinya bisa dipakai di intensive care unit (ICU) yang tentunya butuh waktu beberapa bulan untuk kami mengembangkan. Insya Allah suatu saat kita akan bisa memproduksi ventilator untuk ICU yang dibuat di Indonesia,” imbuhnya.

Bagaimana progres pengembangan obat Covid-19, Bambang menjelaskan, pengembangan obat dan vaksin masih terus dilakukan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, PT Biofarma, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Seperti diketahui, Konsorsium Covid-19 merupakan gabungan lintas lembaga non-kementerian, BUMN dan universitas untuk menanggulangi Covid-19.

Konsorsium yang dibentuk oleh Kementerian Riset dan Teknologi itu, memiliki banyak program. Mulai dari menguji bahan makanan untuk mencegah penularan, pembuatan alat kesehatan dan pengembangan vaksin. [QAR]

Leave a comment

Search

Back to Top