Mahasiswi Rantau Rela Tak Mudik Demi Cegah Terpapar Covid-19

Mahasiswi Rantau Rela Tak Mudik Demi Cegah Terpapar Covid-19

Sosial Budaya No Comments on Mahasiswi Rantau Rela Tak Mudik Demi Cegah Terpapar Covid-19

BeritaMonas.com – Menjelang Lebaran, kata mudik selalu terdengar di mana-mana. Masyarakat Indonesia termasuk warga Kalbar memang sangat akrab dengan aktivitas pulang kampung tersebut.

Mereka berbondong-bondong memadati jalanan agar bisa sampai di kampung halaman dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

Bagi sebagian orang, mudik malah menjadi suatu keharusan. Mereka rela berebut tiket dan mengatur waktu sedemikian rupa agar bisa berkumpul bersama keluarga.

Begitu pula bagi mahasiswa perantauan yang jauh dari kampung halaman.

Keputusan larangan mudik yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu memang cukup mengejutkan. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah mobilitas penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya yang dapat meningkatkan risiko penyebaran Covid-19.

Dampak bagi mahasiswa rantau begitu terasa di tengah pandemi Covid-19 karena tidak bisa pulang.

Mahasiswa Kalbar lainnya, Claudia Maicel Palemia Herania yang tengah menempuh pendidikan di di Unika Soegijapranata Semarang. Meski tidak merayakan Lebaran, ia mengaku sangat rindu kampung halaman.

“Karena sudah dua bulan ini tidak bisa ke kampus. Hanya kuliah secara online. Mau pulang, tapi khawatir juga karena Covid-19. Jadi saya dan teman-teman di kos tetap tinggal di Semarang,” ucap mahasiswi jurusan Psikologi ini.

Dia menuturkan tetap berada di tanah rantau memiliki dampak positif dan negatif. Pasalnya, beban ekonomi semakin besar di tanah rantau.

“Beberap teman di kos ada yang bekerja sambilan kuliah. Karena Covid-19 usaha tempat kerja terdampak, jadi terpaksa nggak kerja lagi. Kita mau andalkan orangtua juga gak bisa terlalu berharap banyak kan,” ujarnya.

Akan tetapi tetap berada di Semarang, menurutnya adalah langkah tepat. Oleh karena jika mudik, risiko terpapar juga sangat besar.

“Orangtua juga minta tetap bertahan di sini saja dulu sampai keadaan jauh lebih baik,” ucap warga Pontianak Barat ini.

Sebelumnya, Gubernur Kalbar H Sutarmudji menerangkan pihaknya akan membantu mahasiswa asal Kalbar yang ada di Pulau Jawa. Sutarmidji menyampaikan bahwa Pemprov Kalbar akan memberikan bantuan langsung tunai sebanyak Rp 600 ribu per bulan selama 3 bulan.

Gubernur berharap agar mahasiswa yang ada di luar Kalbar bisa tetap bertahan di asramanya dan tidak pulang dulu, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Demikian dengan masyarakat Kalbar yang masih di luar, jangan pulang dulu karena kalau masih nekat pulang akan kita karantina selama 28 hari,” pungkasnya.

Leave a comment

Search

Back to Top