Bismania Community Dukung Pelarangan Mudik, Seluruh Kegiatan Distop Selama Pandemi Covid-19

Bismania Community Dukung Pelarangan Mudik, Seluruh Kegiatan Distop Selama Pandemi Covid-19

Sosial Budaya No Comments on Bismania Community Dukung Pelarangan Mudik, Seluruh Kegiatan Distop Selama Pandemi Covid-19

BeritaMonas.com – Bismania Community memastikan diri mendukung upaya pemerintah terkait pelarangan mudik guna mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Zainal Arifin, Ketua Bismania Community mengatakan, bahwa memang memang pulang kampung merupakan momen yang paling ditunggu untuk bisa berkumpul bersama keluarga.

“Namun, ketika ada pengecualian seperti ini, kami tentunya dari komunitas selalu mengimbau untuk ikuti aturan pemerintah,” kata Zainal dalam acara Ngobrol Virtual (NGOVI) yang digelar oleh OTOMOTIF Group, Minggu (3/5/2020).

Untuk itu ia menjelaskan, semua pengurus Bismania Community sudah berkoordinasi dan pada intinya menyetujui apa yang menjadi kebijakan pemerintah.

“Ini kan wabah yang bisa merugikan semua orang termasuk kita dan keluarga, supaya rantai penyebaran Covid-19 ini benar-benar putus, jangan sampai sekarang mudik tapi malah memperluas penyebaran virus ini,” tegas Zainal.

Ngobrol Virtual (NGOVI) bersama Kurnia Lesani Adnan selaku Ketua IPOMI dan Zainal Arifin selaku Ketua Bismania Community

Lebih lanjut, ia sangat menyayangkan jika masih ada yang memaksakan diri untuk pulang kampung.

Karena menurutnya, pandemi ini hanya bisa distop jika seluruh masyarakat kompak dan disiplin dalam mengikuti upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah.

Sebagai bentuk tanggung jawab, ia juga menunda seluruh kegiatan komunitas, karena dirinya menyadari bahwa Covid-19 ini bukan hal sepele, sebab menyangkut urusan nyawa masyarakat luas.

“Kegiatan skala nasional yang ditunda itu jambore, munas, pemilihan ketua umum, begitu juga kegiatan yang berada di korda (koordinator daerah) dan korwil (koordinator wilayah) stop total,” terangnya.

Sebagai informasi, Bismania Community saat ini memiliki ribuan anggota yang tersebar di Tanah Air.

“Kalau secara database 2.600 lebih anggota, cuma belum di-update lagi, masih proses finishing, Kalimantan baru masuk, cuma yang waiting list ada 10 ribu orang lebih,” imbuhnya.

“Karena sejauh ini kami belum bisa menerima anggota baru lagi terkait adanya wabah Covid-19,” tutup Zainal.

Leave a comment

Search

Back to Top