Berikut Ini 5 Kebijakan Pembatasan Pelayanan Paspor di Masa Pandemi Covid-19

Berikut Ini 5 Kebijakan Pembatasan Pelayanan Paspor di Masa Pandemi Covid-19

Sosial Budaya No Comments on Berikut Ini 5 Kebijakan Pembatasan Pelayanan Paspor di Masa Pandemi Covid-19

BeritaMonas.com – Di tengah wabah virus corona atau Covid-19, tentunya sulit mengurus paspor.

Namun, akun Instagram Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi @ditjen_imigrasi, imbau masyarakat untuk saat ini tak urus paspor.

Dalam postingannya, Ditjen Imigrasi juga imbau kepada masyarakat, untuk tetap di rumah hingga wabah Covid-19 selesai.

Dampak pandemi Covid-19, Ditjen Imigrasi di Instagram informasikan terkait 5 kebijakan pembatasan pelayanan paspor.

Berikut ini, 5 kebijakan pembatasan pelayanan paspor di masa pandemi virus corona.

Teruntuk Sahabatku semua yang mau urus paspor. Plis urus paspornya nanti aja ya.

Sekarang kita mendingan #dirumahaja dulu sampai selesai Wabah COVID-19 ini.

Kesehatanmu dan keluarga lebih penting daripada urus paspormu.

Yok kita bersama-sama patuhi arahan Pemerintah untuk #dirumahaja selama tidak ada kepentingan yang mendesak untuk meninggalkan rumah.

Jaga kesehatan, biar nanti kita bisa jalan-jalan lagi setelah reda wabahnya,” tulis akun Instgaram @ditjen_imigrasi dikutip Wartakotalive.com, Kamis (30/4/2020).

Perbedaan Penarikan dan Pencabutan Paspor

Tahukah Anda mengenai perbedaan antara penarikan paspor dengan pencabutan paspor?

Ternyata, ada perbedaan penarikan dan pencabutan paspor.

Membahas perbedaan penarikan paspor dan pencabutan paspor telah dibeberkan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Simak perbedaan penarikan dengan pencabutan paspor yang diunggah, baik dari akun Instagram dan Facebook resmi Direktorat Jenderal Imigrasi di @ditjen_imigrasi, Jumat (20/9/2019).

Mungkin Sahabat Mido belum tau apa bedanya penarikan paspor dengan pencabutan paspor. Simak aja info berikut

Seperti yang diketahui, Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara.

Paspor tersebut memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara.

Panduan Bikin Paspor Elektronik Secara Online

Melansir Kompas.com, Warga negara Indonesia, untuk dapat pergi ke luar negeri kamu harus punya paspor.

Ada dua jenis paspor di Indonesia yakni paspor biasa dan elektonik (e-paspor).

Ini merupakan bukti data terkait bukti kependudukan kamu sebagai warga Indonesia.

Data dari paspor elektronik memiliki beberapa kelebihan.

Dengan teknologi yang canggih, paspor ini memiliki data biometrik seperti data sidik jari dan bentuk wajah yang bisa dikenali dengan cara pemindaian.

Pengunanya mendapat beberapa keuntungan, salah satunya liburan bebas visa ke beberapa negara di Asia, salah satunya Jepang.

“Untuk pengguna e-paspor, pengajuan visa ke Jepang akan lebih mudah dan tidak perlu mengantri di gerbang imigrasi,” ujar Saefudin Zuhri, bagian dokumen HIS Travel saat dihubungi KompasTravel baru-baru ini.

Bila dulu kamu harus mengantri beberapa jam di imigrasi, sekarang kamu dapat megurus paspormu secara online.

Untuk kamu yang berencana membuat, berikut KompasTravel merangkum beberapa cara membuat paspor elektronik secara online :

1. Persiapkan beberapa hal ini

Untuk memvalidasi data, keimigrasian memerlukan beberapa dokumen negara yakni, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran.

Untuk pengguna paspor lama, bisa langsung membawa paspor lama untuk diganti dengan paspor elektonik, tidak perlu menunggu habisnya masa berlaku paspor.

2. Daftar secara online

Bila dulu kamu harus datang ke imigrasi, sekarang kamu cukup mendaftar online untuk mendapat e-paspor.

Kamu dapat mengunduh Layanan Paspor Online di app store ponsel pintarmu (smart phone) atau kamu dapat pergi ke website https://antrian.imigrasi.go.id/ untuk melakukan pendaftaran via web Masukkan username, password, NIK, Nomor Telepon, Email, dan Alamat, dan klik daftar.

Setelah itu, kamu harus memerika email masukmu akan ada email konfirmasi akun dari Direktorat Jenderal Imigrasi (pendaftaran.paspor@imigrasi.go.id) kamu bisa klik aktivasi untuk mengaktifkan akunmu. 

3. Isi datamu

Masukkan akunmu dan pilih “Epaspor48h” dan halaman akan menujukan tanggal registrasi, waktu dan jumlah pemohon (maksimal 5 dan harus anggota keluarga inti).

Setelah memilih hal-hal tersebut kamu akan diaharkan untuk memasukan nama pemohon dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

4. Lakukan pembayaran

Email akan berisi nomor unik yang bisa kamu gunakan untuk pembayaran ke teller bank atau lewat tranfer ke virtual akun tertentu.

Pembayaran untuk e-paspor dipatok sebesar Rp 655.000 dengan perincian: biaya paspor Rp 600.000 dan jasa TI Biometrik Rp 55.000.

Setelah itu, kamu akan diberi bukti pembayaran berisi nomor jurnal bank.

5. Validasi bukti pembayaran

Buka email yang sebelumnya dikirim oleh imigrasi dan klik tanda ‘lanjut’.

Halaman akan beralih ke konfirmasi pembayaran bank, isi dengan nomor unik yang diberi bank dan kamu akan dikirimi email konfirmasi tanggal kedatangan dan formulir perjalanan.

Isi formulir tersebut dengan tinta hitam.

6. Datang ke imigrasi

Datanglah sesuai dengan tanggal, waktu dan tempat yang sudah kamu pilih dengan membawa formulir dan bukti pembayaran.

Jangan lupa bawa dokumen yang ada di point nomor satu. 

7. Pemeriksaan kelengkapan dokumen

Setelah kamu dipanggil, petugas akan mengarahkanmu ke salah satu konter dan memiksa kelengkapan dokumenmu.

Pastikan dokumenmu lengkap karena ketidaklengkapan dokumen membuat kamu harus mengantri lagi dari awal.

Setelah dokumenmu lengkap, sidik jarimu dan fotomu akan diambil oleh petugas.

Setelah proses selesai, kamu akan diberi tanggal pengambilan paspor.

Kamu tinggal datang di tanggal yang tertera untuk mengambil paspormu.

Leave a comment

Search

Back to Top