Terkait Virus Corona, Plh Sekda Mabar Imbau Masyarakat Jangan Percaya Hoax

Terkait Virus Corona, Plh Sekda Mabar Imbau Masyarakat Jangan Percaya Hoax

Sosial Budaya No Comments on Terkait Virus Corona, Plh Sekda Mabar Imbau Masyarakat Jangan Percaya Hoax

BeritaMonas.com – Plh Sekda Manggarai Barat (Mabar), Ismail Surdi mengimbau masyarakat agar tidak jangan mempercayai informasi hoax terkait virus Corona (Covid-19), Sabtu (21/3/2020).

Hal tersebut diungkapkan menyusul sebanyak 11 warga di Kabupaten Mabar hingga Sabtu malam ini, berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 1 warga lainnya masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Pastikan jangan percaya hoax dan menyebarkan sesuatu yang belum pasti, pastikan informasi jelas dari media yang terpercaya, jangan sampai saling menginformasikan sehingga menimbulkan keresahan,” ungkapnya saat dihubungi per telepon pada Sabtu malam.

Kepada media, kata Ismail, diharapkan selalu menyampaikan pesan untuk mengunggah masyarakat untuk waspada, tidak percaya hoax dan mendukung pemerintah agar membatasi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Sementara itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi kerumunan masa, menggunakan masker dan memberlakukan pola hidup sehat dengan mencuci tangan, jaga kebersihan dan makan makanan bergizi.

Selain itu, Ismail berharap masyarakat dapat mengikuti instruksi yang dikeluarkan dari pemerintah demi mengantisipasi penyebaran virus Corona

“Kalau tidak ada dukungan dari masyarakat maka akan sulit,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 11 warga di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 1 warga lainnya masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Sabtu (21/3/2020).

Belasan warga yang berstatus ODP saat ini menjalani karantina di rumah masing-masing, sedangkan 1 warga berstatus PDP dirawat di ruang isolasi RSUD Komodo Labuan Bajo.

Demikian disampaikan Plh Sekda Mabar, Ismail Surdi saat dihubungi per telepon pada Sabtu malam.

“Kami terus pantau,” katanya.

Data tersebut merupakan data terbaru, setelah sebelumnya pada 18 Maret 2020 lalu, terdapat sebanyak 7 warga yang berstatus ODP.

Diakuinya, belasan warga yang berstatus ODP dan dikarantina di rumah terus dipantau perkembangannya.

“Masing-masing dan dengan indikator yang berbeda-beda, ada yang gejala belum ada, tapi datang dari daerah yang terinfeksi dan ada yang batuk, karena saat ini musim batuk, apalagi dia ada riwayat kontak dengan orang yang dicurigai. Tapi, semuanya dalam pemantauan, dan yang dikarantina itu rutin dikunjungi oleh petugas kesehatan,” jelasnya.

Pihaknya pun terus memantau warga yang masuk ke Kabupaten Mabar, terutama warga yang baru pulang dari daerah-daerah terinfeksi.

RSUD Komodo Labuan Bajo yang telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan Covid-19, lanjut Ismail, saat ini memiliki 1 ruang isolasi.

“Memang kami sudah siapkan 1 ruang isolasi yang memiliki 5 kamar, dan fasilitasnya kami sudah siapkan. Sedangkan untuk pemantauan deteksi dini, di KKP kami pantau betul kapal yang akan masuk karena sampai saat ini belum ada larangan distribusi kapal masuk,” ungkapnya.

Selain itu, Ismail juga mengungkapkan, walaupun Gubernur NTT telah mengambil keputusan untuk menutup semua destinasi wisata di NTT dan tidak boleh memperbolehkan kegiatan pentas wisata, akan tetapi belum ada pelarangan untuk orang masuk dan keluar di daerah.

“Orang masuk dan keluar belum ada keputusannya, sedangkan alat Thermo Gun (pengukur suhu tubuh) yang kami miliki hanya 6 alat, 3 alat digunakan di KKP, 1 di Puskesmas dan 2 di rumah sakit,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya pun tengah mempersiapkan ruang karantina khusus bagi warga yang diduga suspect Covid-19

“Ruang karantina khusus kami belum ada, mudah-mudahan hari Senin diputuskan. Ruang yang kami pantau adalah BLK dan ruang di samping GOR. Dua ini yang cocok kami jadikan ruang karantina, cuman nantinya kalau disetujui, maka kami akan siapkan fasilitasnya,” jelasnya.

Leave a comment

Search

Back to Top