Antisipasi Virus Corona, Tetap Bawa Anak Imunisasi ke RS atau Tunda Dulu?

Antisipasi Virus Corona, Tetap Bawa Anak Imunisasi ke RS atau Tunda Dulu?

Sosial Budaya No Comments on Antisipasi Virus Corona, Tetap Bawa Anak Imunisasi ke RS atau Tunda Dulu?

BeritaMonas.com – Berbagai cara dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di Indonesia. Mulai dari menerapkan pola hidup sehat, hingga membatasi diri untuk beraktivitas di luar rumah. Hal tersebut juga sesuai dengan imbauan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Ya Moms, membatasi diri untuk tidak berada di keramaian jadi salah satu cara efektif untuk menekan penularan virus corona. Lantas, bagaimana bila jadwal imunisasi anak bertepatan dengan wabah virus corona seperti sekarang ini? Apakah tetap harus membawanya ke rumah sakit sesuai jadwal atau ditunda dulu?

Seperti yang kita tahu, rumah sakit, puskesmas, atau posyandu adalah tempat umum dan pusat keramaian. Belum lagi, ada banyak orang sakit yang datang berobat ke sana. Hal itu, tentu membuat ibu dilema, apakah akan tetap membawa anak ke fasilitas kesehatan atau tidak untuk imunisasi anak.

Menanggapi hal itu, Dokter Spesialis Anak, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), menjelaskan, memang benar pemberian vaksin sesuai jadwal bisa mencegah anak terhindar dari berbagai penyakit berbahaya. Namun, dalam kondisi khusus seperti ini, tidak apa-apa menunda jadwal imunisasi si kecil, Moms.

“Bila terpaksa (menunda), tidak apa-apa. Nantinya dokter anak akan menyesuaikan dengan jadwal kejar imunisasi,” ujar Dokter Spesialis Anak, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), saat dihubungi kumparanMOM, Senin (16/3).

Lebih lanjut, dr. Ariani menjelaskan, jadwal kejar imunisasi ini bisa didiskusikan dengan dokter masing-masing, tergantung usia anak.

“Itu pengetahuan dokter anak, jadi nanti bisa dikerjakan. Ada cara mengejarnya tergantung usia dan kondisi anak,” jelas dr. Ariani.

Meski begitu, bila kondisi masih memungkinkan, tak ada masalah bila Anda tetap melanjutkan pemberian vaksin sesuai jadwal. Misalnya saja, dengan pergi ke rumah sakit dengan ruang tunggu anak sehat atau ke pusat vaksinasi yang tidak melayani anak yang sedang sakit.

Anda juga dapat menanyakan pada dokter apakah vaksin memungkinkan untuk digabung dalam sekali kunjungan atau tidak.

“Selalu tergantung vaksinnya dan kondisi anak, tapi in general kalau anak fit, bisa. Kecuali ada juga vaksin yang tidak bisa lagi diberikan kalau batas umur sudah terlewatkan. Vaksin yang bisa digabung dalam sebulan contohnya DPT dan PCV,” ungkapnya.

Ya Moms, di saat darurat seperti ini, keputusan untuk melanjutkan pemberian vaksin sesuai jadwal atau menundanya kembali lagi pada kebijakan masing-masing orang tua.

Bila dirasa tidak memungkinkan untuk membawa anak imunisasi, Anda bisa memeriksa Jadwal Imunisasi yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk membuat keputusan yang lebih bijak.

Leave a comment

Search

Back to Top