Fokus Pastikan Kebutuhan Bahan Pokok Terjamin

Fokus Pastikan Kebutuhan Bahan Pokok Terjamin

Ekonomi, Sosial Budaya No Comments on Fokus Pastikan Kebutuhan Bahan Pokok Terjamin

Beritamonas.com – Pemerintah diminta fokus mengantisipasi ketersediaan dan akses terhadap kebutuhan pokok pangan untuk mengatasi dampak penyebaran virus corona atau Covid-19. Masyarakat harus bisa memiliki akses terhadap kebutuhan pokoknya seandainya dampak penyebaran virus corona menjadi kian tak terkendali.

“Pemerintah perlu mengutamakan kebijakan yang fokus pada ketersediaan dan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Kebijakan tersebut diperlukan untuk memastikan masyarakat bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan di Jakarta, Rabu (18/3).

Menurut Pingkan, selain untuk menjaga kestabilan harga, kebijakan ini juga penting untuk menjaga tumbuhnya konsumsi di masyarakat sehingga diharapkan bisa menjadi stimulus perekonomian nasional yang terkena dampak perlambatan ekonomi global akibat wabah Covid-19.

Di tempat terpisah, Badan Pusat Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) meminta pemerintah memperhatikan sejumlah isu di bidang ekonomi yang terdampak wabah virus corona. Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming mengatakan isu itu antara lain terkait dengan ketersediaan stok dan pasokan pangan yang akan mempengaruhi stabilitas harga pangan, serta pembatasan perjalanan dan mobilitas pekerja yang mempengaruhi sektor pariwisata dan transportasi.

Menjaga agar tidak ada masyarakat yang melakukan penimbunan bahan pokok Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri melakukan pengawasan stok bahan pokok dan penting (Bapokting). Polri meminta asosiasi pedagang membatasi pembelian.

Satgas Pangan Polri sudah mengirimkan surat pada Asosiasi Penguasa Ritel Indonesia (Aprindo), Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskoppas), Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), dan Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkopppas). Organisasi diminta membatasi pembelian, yakni beras maksimal 10 kilogram (kg), gula maksimal 2 kg, minyak goreng maksimal 4 liter, dan mi instan maksimal 2 dus.

“Itu sudah dikirimkan langsung ke asosiasi termasuk Aprindo, asosiasi ritel indonesia, aksi, pedagang pasar sudah terkonfirmasi oleh kasatgas pangan untuk pembatasan,” kata Kasatgas Pangan Brigadir Jenderal Daniel Tahi Monang Silitonga saat dikonfirmasi, Rabu (18/3).

Pembatasan pembelian ini dilakukan Satgas Pangan Polri bersama dengan pemangku kebijakan terkait untuk mendukung program Gugus Tugas percepatan penanganan corona virus (Covid-19). Di samping itu, Satgas juga mengupayakan agar distribusi berjalan lancar.

Daniel menyebut, dengan upaya tersebut, stok pangan diprediksi aman hingga bulan Ramadhan yang akan tiba dalam satu bulan ke depan. Ia menyatakan, satgas akan langsung turun tangan jika ada pembelian yang melonjak secara signifikan.

“Jadi kita ada estimasi, setiap buyer kita itu memberikan estimasi, kita pastikan terpenuhi 100 persen. Kalau ada yang siginifikan nanti kita cross check,” kata Daniel menegaskan.

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan, asosiasi telah berkoordinasi dengan Kepala Satgas Pangan dalam melakukan pengawasan pembatasan pembelian produk ritel. “Pengawasannya dari anggota ritel kami, masing-masing punya SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk fungsi ini,” ujarnya.

Maka, jelasnya, bila ada situasi yang membuat tidak nyaman atau ditemukan konsumen yang belanja berlebihan, ritel langsung berkomunikasi dengan Satgas Pangan. “Kita di berbagai toko ritel juga sudah pasang spanduk agar tidak ada panic buying atau apapun yang menyebabkan keramaian tidak normal,” jelasnya.

Leave a comment

Search

Back to Top