Petisi Tolak Reuni 212: Gerakan Politik Berjubah Agama

Petisi Tolak Reuni 212: Gerakan Politik Berjubah Agama

Sosial Budaya No Comments on Petisi Tolak Reuni 212: Gerakan Politik Berjubah Agama

BeritaMonas.com – Persatuan Alumni 212 akan kembali menggela reuni akbar pada 2 Desember 2019 mendatang. Rencana ini telah mengantongi ijin dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meski demikian, banyak yang tidak setuju reuni tersebut. Penolakan atas kegiatan ini, ramai di media sosial.

Salah satu bentuk penolakannya, dengan ditandatangani petisi online melalui situs Change.org. Petisi ini dibuat oleh seseorang dengan nama akun 7intah Putih.

Melalui keterangan pada petisi tersebut, gerakan 212 dituding sebagai gerakan politik yang dibungkus dengan agama. Merekapun menolak jika Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan izin aksi tersebut.

“Peringatan Reuni Alumni 212 adalah suatu bentuk banalitas budaya. Sedari awal gerakan 212 adalah gerakan politik yang berjubah agama. Sungguh kebijakan yang sangat dangkal jika Anies Baswedan pada saat pasca Pemilu 2019 memberikan ijin Reuni Alumni 212 yang rawan disusupi sekaligus ditunggangi kepentingan elit politik,” demikian bunyi petisi tersebut.

“Aksi Reuni 212 sudah tidak relevan lagi dan saat ini aksi tersebut merupakan konsolidasi politik penuh intrik, ujaran kebencian yang menyita ruang publik masyarakat Ibu Kota selama berjam-jam.”

“Dengan ini semoga semua pihak khususnya umat Islam sadar dan menyadari sehingga tidak mudah dijadikan komoditas politik dalam dibajak dan diperalat solidaritas dan ukhuwahnya demi kepentingan pihak-pihak yang belum tentu peduli dengan umat Islam.” tulis keterangan tersebut.

Hingga artikel ini diterbitkan, pada Rabu (27/11), petisi ini telah ditandatangani sebanyak 1.781 orang dengan target sebanyak 2.500 netizen. (dal/fin)FacebookTwitterWhatsAppLineLinkedInEmailPrintGmailTelegram

Leave a comment

Search

Back to Top