SKPT Natuna Akhirnya Diresmikan

SKPT Natuna Akhirnya Diresmikan

Ekonomi No Comments on SKPT Natuna Akhirnya Diresmikan

BeritaMonas.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meresmikan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna, Kepulauan Riau.

Susi mengatakan, SKPT Natuna berhadapan langsung dengan Laut Natuna Utara, memiliki posisi strategis sebagai pulau terdepan bagian utara Indonesia. Peresmian langsung oleh Menteri Susi dilakukan pada Senin (7/10/2019).

Pembangunan SKPT Natuna berlangsung sejak tahun 2015 hingga 2019, dengan dana sebesar Rp 221,7 miliar. Dibangun di atas lahan seluas 5,8 hektare (ha), SKPT Natuna difokuskan pada pengembangan Pelabuhan Perikanan Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Area lahan seluas 3 ha adalah hasil reklamasi, sedangkan 2,8 ha lahan lainnya memanfaatkan area daratan yang sudah ada.

Susi mengatakan, pembangunan SKPT Natuna sejalan dengan janji Nawa Cita ketiga Presiden Joko Widodo. Yakni, membangun Indonesia dari pinggiran dan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka kesatuan. Hal itu diperkuat dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas di atas KRI Imam Bonjol 383 pada 23 Juni 2016. Bahwa, pembangunan Natuna mesti difokuskan pada dua sektor. Yakni, industri perikanan dan migas.

“Kabupaten Natuna berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. Seperti Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Malaysia. Menjadikan Natuna sebagai garda terdepan untuk menunjukkan identitas Indonesia di mata dunia. Dan, sebagai wilayah pesisir, kelautan dan perikanan menjadi sektor yang sangat penting untuk memajukan ekonomi masyarakat setempat,” kata Susi dalam keterangan resmi tentang Peresmian SKPT Natuna, diterima di Jakarta, Senin (7/10).

SKPT Natuna memiliki fasilitas pokok untuk mengintegrasikan kegiatan kelautan dan perikanan. Mulai dari pendaratan hasil kelautan dan perikanan, pengolahan, hingga pemasaran. Fasilitas pokok tersebut diantaranya dermaga berukuran 8×100 meter untuk tempat bersandar kapal di bawah 30 GTdermaga berukuran 8×120 meter untuk tempat bersandar kapal di atas 30 GT, causeway (jalan lintas ke dermaga), jalan kawasan, sistem drainase, dan trotoar.

Juga, dilengkapi Kantor Pengelola Pelabuhan, tempat pemasaran ikan (TPI), integrated cold storage berkapasitas 200 ton, kios bahan bakar minyak (BBM) berkapasitas 12 kiloliter, pengolahan air bersih backrish water reserve osomosis berkapasitas 250 ton, tempat perbaikan jaring, dan kios perbekalan melaut.

Untuk mendukung kegiatan masyarakat di sekitar SKPT Natuna, lanjut Susi, juga dibangun 4 unit kios perbekalan nelayan, 1 unit pos jaga, 2 unit toilet umum, masjid, dan 6 unit rumah pegawai.

Selain itu, sarana akomodasi dan operasional berupa truk sampah, truk tangki air bersih, truk mini crane, kendaraan roda dua, dan keandaraan roda empat telah tersedia.

Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar mengatakan, pembangunan SKPT Natuna dimaksimalkan dengan adanya kapal perikanan bantuan untuk menunjang kegiatan nelayan setempat.

Sepanjang tahun 2016-2017, kata dia, KKP telah menyerahkan 70 unit kapal perikanan. Yakni, 50 unit kapal penangkap ikan berukuran 5 GT, 13 unit kapal penangkap ikan berukuran 10 GT, 5 unit kapal penangkap ikan berukuran 20 GT, dan 2 unit kapal angkutan ikan berukuran 37 GT.

“Kapal-kapal ini diberikan kepada 11 koperasi nelayan yang tersebar di Kabupaten Natuna. Juga, telah disediakan pelayanan kesyahbandaran,” kata Zulficar.

Dia menambahkan, pembangunan SKPT Natuna juga mendapat dukungab dari Kementerian dan Badan Usaha Milk Negara (BUMN). Lalu, ujar dia, Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jalan akses sepanjang 5 kilometer (km) ke Selat Lampa dari SP Sekunyam. Selain itu, kata dia, layanan komunikasi Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) menyediakan layanan komunikasi. Berupa dukungan internet 4G yang telah digunakan sejak 31 Maret 2018, serta parabola VSAT sebagai penerima sinyal dari satelit.

“Sementara itu,, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan dukungan berupa pasokan BBM subsidi dan komersial bagi nelayan melalui PT Pertamina. Dan, memasang gardu induk di berkapasitas 5.000 kVA melalui PT PLN. Dari kapasitas tersebut 865 kVA telah digunakan,” kata Zulficar.

Bank Negara Indonesia (BNI), kata dia, juga telah menyediakan Mobil Layanan Gerak BNI, akses perbankan mulai dari simpan pinjam hingga Kredit Usaha rakyat (KUR) bagi nelayan.

“KKP dan BNI juga bekerja sama dalam implementasi Kartu Kusuka (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan) untuk mempermudah nelayan dan pelaku usaha perikanan mendapatkan pinjaman modal,” ujar Zulficar.

Sedangkan, Perum Perinsi menyediakan integrated cold storage SKPT Natuna dengan perjanjian kerja sama pemanfaatan sejak 1 Juni 2017. BUMN Perikanan itu juga mengadakan kerja sama kemitraan pemasaran ikan hasil tangkapan dengan 216 nelayan Natuna, memasarkan ikan Natuna ke pasar domestik dan luar negeri (Malaysia dan Singapura), serta menyerap 34 tenaga kerja penduduk asli Natuna.

“KKP berterima kasih atas kerja sama dan dukungan seluruh Kementerian dan BUMN yang terlibat membangun SKPT Natuna. Semoga sinergi yang telah dicurahkan ini bermanfaat untuk masyarakat Natuna. Ayo kita terus bangun bangsa Indonesia secara merata dari ujung timur hingga ke ujung barat, dari ujung utara hingga ke ujung selatan,” kata Susi.

KKP merilis, hingga saat ini, tercatat sudah ada 197 kapal yang mendarat di PP Selat Lampa. Yakni, 73 unit kapal di bawah 10 GT, 48 unit kapal berukuran 10-30 GT, dan 16 unit kapal berukuran di atas 30 GT. Ikan hasil tangkapan nelayan yang dominan di SKPT Natuna adalag cumi, gurita, ikan karang, dan tongkol, yang ditangkap menggunakan alat penangkapan ikan bubu ikan, handline, dan bagan. Ikan-ikan tersebut banyak dijual ke Pontianak, Tanjung Pinang, Batam, dan Jakarta.

Pada tahun 2018, volume produksi perikanan tangkap di SKPT Natuna tercatat mencapai 1.039.057 kilogram (kg) dengan nilai penjualan sebesar Rp 27.294.364.519. Sementara, hingga bulan September 2019, produksi perikanan tangkap telah mencapai 1.180.227 kg dengan nilai penjualan Rp 19.317.891.559.

Leave a comment

Search

Back to Top