Menteri Susi Resmikan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Natuna

Menteri Susi Resmikan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Natuna

Ekonomi No Comments on Menteri Susi Resmikan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Natuna

BeritaMonas.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meresmikan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna Kepulauan Riau  pada Senin (7/10). SKPT ini berhadapan langsung dengan Laut Natuna Utara yang  memiliki posisi strategis sebagai pulau terdepan pada bagian utara Indonesia.

Pembangunan SKPT Natuna sejalan dengan janji Nawa Cita ketiga Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni “membangun Indonesia dari pinggiran dan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka kesatuan

“Kabupaten Natuna berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga seperti Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Malaysia. Hal ini menjadikan Natuna sebagai garda terdepan untuk menunjukkan identitas Indonesia di mata dunia. Sebagai wilayah pesisir, kelautan dan perikanan menjadi sektor yang sangat penting untuk memajukan ekonomi masyarakat setempat,” tutur Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam keterangan tertulis, Senin (7/10).

Menteri Susi menjelaskan dengan alokasi dana sebesar Rp221,7 miliar, SKPT Natuna dibangun selama periode 2015-2019. Dibangun di atas lahan seluas 5,8 hektar, SKPT Natuna difokuskan pada pengembangan Pelabuhan Perikanan Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Area lahan seluas 3 hektar didapatkan melalui reklamasi, sedangkan 2,8 hektar lahan lainnya memanfaatkan area daratan yang sudah ada.

SKPT Natuna memiliki beberapa fasilitas pokok untuk mengintegrasikan berbagai kegiatan kelautan dan perikanan. Mulai dari pendaratan hasil kelautan dan perikanan, pengolahan, hingga pemasaran.

Fasilitas pokok ini antara lain dermaga berukuran 8×100 meter untuk tempat bersandar kapal di bawah 30 gross ton (GT); dermaga berkuran 8×120 meter untuk tempat bersandar kapal di atas 30 GT; causeway(jalan lintas ke dermaga); jalan kawasan; sistem drainase; dan trotoar.

Selain itu, sebagai fasilitas fungsional dibangun Kantor Pengelola Pelabuhan; Tempat Pemasaran Ikan (TPI); Integrated Cold Storage(ICS) berkapasitas 200 ton; Kios Bahan Bakar Minyak (BBM) berkapasitas 12 KL; pengolahan air bersih Backrish Water Reserve Osomosis_ (BRWO) berkapasitas 250 ton; Tempat Perbaikan Jaring; dan Kios Perbekalan Melaut.

Untuk mendukung kegiatan masyarakat di sekitar SKPT Natuna, dibangun pula 4 unit kios perbekalan nelayan; 1 unit pos jaga; 2 unit toilet umum; 1 unit masjid; dan 6 unit rumah pegawai. Selain itu, sarana akomodasi dan operasional berupa truk sampah, truk tangki air bersih, truk _mini crane,_ kendaraan roda dua, dan keandaraan roda empat juga disediakan.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar menjelaskan, pembangunan SKPT Natuna juga dimaksimalkan dengan adanya kapal perikanan bantuan untuk menunjang kegiatan nelayan setempat. Sepanjang tahun 2016-2017, KKP telah menyerahkan 70 unit kapal perikanan yang terdiri dari 50 unit kapal penangkap ikan berukuran 5 GT; 13 unit kapal penangkap ikan berukuran 10 GT; 5 unit kapal penangkap ikan berukuran 20 GT; dan 2 unit kapal angkutan ikan berukuran 37 GT.

“Kapal-kapal ini diberikan kepada 11 koperasi nelayan yang tersebar di Kabupaten Natuna. Tak lupa, disediakan pula pelayanan kesyahbandaran,” ujarnya.

Leave a comment

Search

Back to Top