Hari Maritim, Ini Peranan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Hari Maritim, Ini Peranan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Ekonomi No Comments on Hari Maritim, Ini Peranan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

BeritaMonas.com – Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara yang memiliki wilayah perairan sekitar dua pertiga dari total keseluruhan luas wilayah Indonesia. Luas total wilayah Indonesia adalah 7,81  juta km², yang terdiri dari 2,01 juta km² daratan, 3,25 juta km²  lautan, dan 2,55 juta km² Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia termasuk dalam negara Maritim.

Seiring perkembangan lingkungan strategis, peran sektor maritim menjadi signifikan serta dominan dalam mengantar kemajuan suatu negara. Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki banyak sumber daya maritim yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Data Food and Agriculture Organization di 2012, Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga terbesar dunia dalam produksi perikanan di bawah China dan India. Selain itu, perairan Indonesia menyimpan 70 persen potensi minyak karena di wilayah perairan Indonesia terdapat 40 cekungan minyak yang berada di perairan Indonesia.

Dari seluruh sektor ini, potensi total nilai ekonomi yang dapat disumbang adalah sekitar US$1,5 triliun per tahun dengan potensi sekitar 45 juta lapangan kerja. Dalam arti, potensi pendapatan negara sangat besar dari sektor maritim tersebut. Kesejahteraan masyarakat juga terjamin jika sektor tersebut mampu dimanfaatkan dengan baik.

Semangat Presiden Soekarno untuk menjadikan Indonesia kembali berjaya sebagai negara maritim telah mengilhami Presiden RI Joko Widodo. “Kita telah lama memunggungi samudera, laut, selat, dan teluk. Maka, mulai hari ini, kita kembalikan kejayaan nenek moyang sebagai pelaut pemberani. Menghadapi badai dan gelombang di atas kapal bernama Republik Indonesia,” ujar Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan pertamanya pada tahun 2014 di Gedung DPR/MPR.

Dalam memperingati Hari Maritim Nasional pada 23 September lalu, Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan meminta kepada generasi muda untuk lebih peduli pada kelangsungan laut. “Cintailah laut, jangan belakangi laut,” ujarnya.

Sebagai kementerian koordinator sebuah kementerian yang diamanati oleh Presiden untuk mewujudkan visi kemaritiman Indonesia, Menko Luhut mengungkapkan bahwa banyak program kerja sektor kemaritiman yang telah dikerjakan oleh pemerintah selama lima tahun. Program kerja yang telah terwujud tersebut antara lain, Tol Laut dan Seaport.

Namun hingga saat ini program Tol Laut dirasa Luhut belum maksimal. Program yang didirikan dengan tujuan untuk mengurangi disparitas harga bahan pokok di Pulau Jawa atau Indonesia bagian barat dengan pulau-pulau yang lain di wilayah Indonesia bagian timur menggunakan subsidi pemerintah ini belum berjalan sesuai harapan.

Hal tersebut terjadi karena hanya terdapat satu operator yang menjalankan program tersebut. Dengan dominasi satu operator, Luhut menilai bahwa disparitas harga masih belum terlalu signifikan perbedaannya. Jika hanya satu operator, maka akan terlihat seperti monopoli, hal tersebut tidak baik untuk kelangsungan program tersebut. Hal tersebut harus segera dibenahi, karena tujuan tol laut adalah demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Menko Luhut menyatakan bahwa ada banyak program kemaritiman yang telah berjalan sesuai dengan target pemerintah, salah satunya adalah seaport. Mengenai masalah perbatasan, sudah dilakukan  perundingan-perundingan perbatasan,  misalnya dengan Singapura FIR (Flight Information Region) dan DCA (Defence Cooperation Agreement).

Selain program yang disebutkan oleh Menko Luhut, ada beberapa program lain yang dikoordinasikan oleh Kemenko Bidang Kemaritiman melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Kedeputian Bidang Koordinasi SDA dan Jasa, Kedeputian Bidang Koordinasi Infrastruktur, dan Kedeputian Bidang SDM, Iptek dan Budaya Maritim. Program tersebut antara lain verifikasi dan submisi nama pulau dan rupa bumi ke PBB melalui United Nations Groups of Experts on Geographical Names (UNGEGN).

Pada tahun 2017, jumlah pulau yang disubmisi ke UNGEGN 16.056 pulau. Pada Mei 2019, 16.671 pulau telah diverifikasi ke PBB saat 1st session UNGEGN 2019. Yang artinya dalam kurun waktu 2 tahun, terdapat penambahan 615 pulau di Indonesia yang diakui PBB.

Kemudian, pada tahun 2018, Kemenko Bidang Kemaritiman menginisiasi terbentuknya Forum Archipelagic and Island States (AIS) yang beranggotakan 21 negara di Asia Pasifik dan telah membantu pendanaan sebesar 2,8 milyar rupiah pada akhir September 2019 untuk pembentukan sekretariat AIS dan pendanaan kegiatan awal.

Selain itu, Kemenko Bidang Kemaritiman juga menginisiasi terbentuknya Tropical Seaweed Innovation Network (TSIN). TSIN adalah Jejaring virtual networking berbasis web. Tujuannya, untuk hilirisasi produk turunan rumput laut bersama dengan para penemu dan berbagai pemangku kepentingan.

Kemenko Bidang Kemaritiman juga melakukan koordinasi pada ekstensifikasi, intensifikasi, diversifikasi dan kebijakan penentuan harga garam, kebijakan program kendaraan bermotor listrik, percepatan penanganan pencemaran Sungai Citarum, serta penanaman kurikulum kemaritiman.

Program kerja tersebut dilaksanakan sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 tahun 2015 tentang Kemenko Bidang Kemaritiman yang mengkoordinasikan empat kementerian di bawahnya, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sementara itu, untuk memberikan acuan mengenai program kemaritiman kepada seluruh pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah, Kemenko Bidang Kemaritiman telah menerbitkan buku putih poros maritim dunia dalam bentuk Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2017. Aturan tersebut berisi tentang Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI).

Data-data tersebut menunjukkan bahwa kinerja Kementrian Maritim di bawah kendali Preside RI Joko Wididi telah melakukan banyak perubahan baik dan hasil kerja yang baik dalam rangka memajukan sektor maritim dan menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Untuk Itu sebagai masyarakat Indonesia kita harus mendukung program peerintah dan mendoakan semoga Pemerintah bekerja dengan baik demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Leave a comment

Search

Back to Top