Wiranto Pamer Keseriusan Pemerintah Bangun Papua: Sekolah-RS Bertambah

Wiranto Pamer Keseriusan Pemerintah Bangun Papua: Sekolah-RS Bertambah

Sosial Budaya No Comments on Wiranto Pamer Keseriusan Pemerintah Bangun Papua: Sekolah-RS Bertambah

BeritaMonas.com – Menko Polhukam Wiranto mengatakan pemerintah serius dalam membangun Papua dan Papua Barat. Wiranto pun memamerkan sejumlah hal yang telah dilakukan pemerintah dalam membangun Papua-Papua Barat.

“Ada suatu bukti nyata pemerintah betul-betul mencoba melakukan akselerasi pembangunan di semua bidang. Belum lagi pembangunan-pembangunan lain. Jalan-jalan, pelabuhan udara, harga-harga disamakan. Ini saya kira sudah bisa membantah. Pemerintah sudah berlaku adil. Khusus Papua-Papua Barat, dana yang digelontorkan sudah besar,” kata Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019).

Wiranto juga menyebut jumlah dana yang diberikan pemerintah pusat ke Papua. Dia membandingkan jumlah dana dari pusat ke daerah dengan dana dari daerah ke pusat terkait Papua.

“Untuk tahun lalu kurang-lebih dana sekitar Rp 92 triliun. Sedangkan dana daerah tersedot ke pusat hanya Rp 26 triliun sehingga ada subsidi pemerintah ke pembangunan Papua,” jelasnya.

Wiranto juga menyebut ada kenaikan dalam angka indeks pembangunan manusia (IPM) di Papua. Dia menyebut dari 2016 ke 2018 ada perbaikan IPM di Papua-Papua Barat.

“Kita bicara IPM, Papua-Papua Barat dari 58,05 pada tahun 2016 sudah jadi 60,06 tahun 2018. Ada kenaikan, kenaikan IPM masalah kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan sebagainya,” tuturnya.

“Kemudian Papua Barat kenaikannya dari 62,21 di tahun 2016 jadi 63,74 pada tahun 2018. Ada kenaikan di sana,” sambungnya.

Selain itu, dia memamerkan peningkatan jumlah gedung sekolah di Papua dan Papua Barat. Dia menilai jumlah kenaikan tersebut mencapai 40 persen.

“Lalu untuk pembangunan di bidang pendidikan SD di awal berlakunya otsus berarti sebelum pemekaran provinsi itu 2.407 unit. Pada tahun 2018 menjadi 2.321. Ini di Papua dan 1.038 di Papua Barat. Total mengalami kenaikan 40 persen untuk gedung-gedung SD,” sebutnya.

“SMP dan SMA di awal berlakunya otsus sebelum pemekaran 513 unit. Tahun 2018 menjadi 981 di Papua dan 469 di Papua Barat. Mengalami kenaikan pembangunan SMP-SMA 182 persen. Perguruan tinggi sama, pada awal otsus sebelum pemekaran ada 1 PTN dan 11 PTS. Tahun 2018 jadi 4 PTN dan 21 PTS,” sambung Wiranto.

Wiranto juga memamerkan kenaikan jumlah fasilitas kesehatan di Papua dan Papua Barat. Dia menyebut kenaikannya mencapai 300 persen.

“Dari kesehatan, RS di awal otsus sebelum pemekaran jumlahnya cuma 12 RS. Tahun 2018 menjadi 36 RS di Papua dan 16 RS di Papua Barat. Jumlahnya kan sekitar 52. Dari 12 RS jadi 52 RS mengalami kenaikan 300 persen,” tuturnya.

Leave a comment

Search

Back to Top