Alasan Kominfo Blokir Internet Papua: Konten Hasutan dan Adu Domba Sudah Keterlaluan

Alasan Kominfo Blokir Internet Papua: Konten Hasutan dan Adu Domba Sudah Keterlaluan

Hankam, Sosial Budaya No Comments on Alasan Kominfo Blokir Internet Papua: Konten Hasutan dan Adu Domba Sudah Keterlaluan

Pemerintah berencana membuka blokir internet di Papua dan Papua Barat secara bertahap mulai Kamis (5/9/2019). Perlambatan hingga pemblokiran akses di wilayah tersebut telah diberlakukan sejak Senin (19/8/2019) guna mencegah penyebaran konten hoaks dan provokatif.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebut ketika memberlakukan kebijakan tersebut pemerintah lebih menyoroti kepada konten provokatif. Pasalnya, konten yang menghasut masyarakat lebih berbahaya dibandingkan dengan disinformasi.

“Beritanya ada bermacam-macam, kalau disinformasi itu sih masih rendah. Kalau sudah menghasut, sudah mengadu domba nah itu sudah keterlaluan,” kata Rudiantara kepada wartawan, Selasa (3/9/2019), di Gedung Kominfo, Jakarta.

Sehingga yang menjadi tolok ukur dalam pembatasan akses informasi dengan cara memblokir internet seluler karena maraknya konten yang memprovokasi dan mengadu domba.

Jika konten tersebut disinformasi, kata Rudiantara, bisa di-counter menggunakan link pemberitaan media massa dengan informasi yang valid. Sehingga lebih mudah untuk menentukannya sebagai informasi yang tidak benar.

“Itu (penyebarannya) karena tidak bisa menggunakan data internet, dia menggunakan SMS, itu ada,” jelas Rudiantara.

Dia menuturkan disinformasi dan provokatif melalui SMS paling banyak bersumber dari dalam negeri. Kendati demikian, pemerintah tidak memberlakukan pembatasan akses telepon dan SMS masyarakat Papua.

Menyoal sempat matinya layanan telepon dan SMS di sebagian wilayah Papua, Rudiantara menyebut hal tersebut terjadi karena ada kabel serat optik yang terbakar. Sehingga beberapa Base Transceiver Station (BTS) milik operator telekomunikasi terputus.

“Sekarang sudah dipulihkan, secara bertahap sudah mulai (berfungsi). Dari 300 lebih BTS yang kehilangan fungsinya betahap sudah kembali,” pungkasnya.

Leave a comment

Search

Back to Top