Ada Tommy Soeharto di Balik Ijtima Ulama 4

Ada Tommy Soeharto di Balik Ijtima Ulama 4

Politik No Comments on Ada Tommy Soeharto di Balik Ijtima Ulama 4

BeritaMonas.com – Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan kembali menggelar ijtima ulama edisi IV. Acara ini akan diselenggarakan Senin 5 Agustus pekan depan.

Ijtima ulama IV digelar setelah terjadi beberapa pertemuan penting antara orang-orang yang terlibat langsung dalam Pilpres 2019. Prabowo Subianto, kandidat yang PA 212 dukung, bertemu Joko Widodo pada 31 Juli lalu. Pada bulan yang sama Prabowo juga bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pertemuan ini dikait-kaitkan dengan kemungkinan Prabowo dan Gerindra merapat ke koalisi Jokowi. PAN dan Demokrat, dua partai pendukung Prabowo selain Gerindra dan PKS, juga terang-terangan menyatakan ingin bekerja sama dengan Jokowi.

Dengan kronologi seperti itu, tidak heran ijtima ulama IV dikaitkan dengan upaya merespons pertemuan-pertemuan tersebut. Apalagi Wakil Ketua PA 212 Asep Syarifudin sempat bilang “Prabowo pengkhianat” karena bertemu Jokowi.

Tapi menurut Sekretaris Jenderal PA 212, Bernard Abdul Jabbar, ijtima kali ini tak ada kaitan dengan itu semua.

“Tidak ada sama sekali kaitan dengan dukung mendukung atau tolak menolak, apalagi soal meninggalkan dan yang ditinggalkan. Tidak ada kaitannya dengan itu semua,” ujar Bernard kepada reporter Tirto, Jumat (2/8/2019) kemarin.

Bernard mengatakan ada empat tema besar yang akan dibahas dalam ijtima kali ini. Itu adalah dakwah, ekonomi, kemanusiaan, dan politik. Dalam politik, meski menegaskan tidak ada kaitan dengan manuver Prabowo, Bernard bilang yang akan dibahas adalah apa saja strategi mereka setelah pilpres selesai.

 

 

Hotelnya Tommy Soeharto

Ijtima ulama IV akan digelar di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Ini adalah lokasi yang sama saat mereka menyelenggarakan ijtima ulama III–yang salah satu hasilnya adalah menyimpulkan bahwa ada kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif dalam Pemilu 2019.

Lokasi ijtima III dan IV jadi menarik karena Hotel Lorin adalah milik Hutomo Mandala Putera alias Tommy Soeharto, putera bungsu Presiden ke-2 RI Soeharto. Tommy adalah Ketua Umum Partai Berkarya, yang juga ada dalam satu barisan bersama PA 212 karena sama-sama mendukung Prabowo-Sandiaga.

Partainya Tommy tidak lolos parlemen. Mereka gagal memenuhi ambang batas minimal untuk lolos.

Tommy punya bisnis perhotelan di bawah bendera PT Lor Internasional Hotel. Di sana dia menjabat komisaris utama. Total, ada 10 hotel yang Tommy miliki.

Di Solo, Tommy punya Lorin Solo Hotel (di sana, pada Maret 2018 lalu, Berkarya menggelar Rapat Pimpinan Nasional III), Syariah Hotel Solo, Loji Hotel, dan Lorin D’wangsa Hotel.

Ia juga punya Amantis Hotel (Demak), Noormans Hotel (Semarang), Lorin New Kuta Hotel (Bali), Lorin Belitung Hotel, dan terakhir Lorin Sentul Hotel (Bogor).

Ketua DPP Berkarya, Badarudin Andi Picunang, mengatakan hotel tempat digelarnya ijtima ulama IV ini memang milik Tommy. Tapi dia menegaskan kalau PA 212 memilih lokasi tersebut bukan karena faktor Tommy. Dia menegaskan PA 212 tak akan memakai fasilitas hotel “secara gratis.”

“Saya kira mengambil tempat di Lorin bukan karena Pak Tommy selaku pemilik [hotel] dan Ketum Berkarya. Mungkin alasannya karena para ulama merasakan kenyamanan di sana, adem karena di luar kota. Lebih fokus,” kata Andi kepada reporter Tirto.

Tommy memang dekat dengan para ulama, kata Andi. Kedekatan ini terjalin karena kegiatan-kegiatan yamg diikuti Tommy di luar urusan politik. “Saling silaturahim, ikut pengajian-pengajian,” katanya. “Tapi kalau dengan yang tergabung dalam ijtima ulama ini saya enggak mengerti, ya,” tegas Andi.

Tommy sebetulnya pernah datang ke ijtima ulama I yang digelar di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat. Saat itu forum meminta Prabowo maju di Pilpres 2019 bersama nama-nama yang direkomendasikan sebagai cawapres.

“Itu dia datang kan sebagai Ketua Umum Berkarya,” jelas Andi.

Bernard Abdul Jabbar enggan menanggapi lokasi pemilihan ijtima. Dia kembali menegaskan kalau acara ini tak ada lagi kaitannya dengan partai pendukung Prabowo dan Prabowo itu sendiri.

“Enggak ada kaitan dengan koalisi-koalisian, enggak ada. Terserah mereka kami enggak akan tahu,” pungkas Bernard.

Leave a comment

Search

Back to Top