Rekonsiliasi Pascabentrok di Buton, Mensos Minta Warga Tak Saling Curiga

Rekonsiliasi Pascabentrok di Buton, Mensos Minta Warga Tak Saling Curiga

Sosial Budaya No Comments on Rekonsiliasi Pascabentrok di Buton, Mensos Minta Warga Tak Saling Curiga

BeritaMonas.com – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita memfasilitasi rekonsiliasi setelah bentrok dan pembakaran rumah di Buton, Sulawesi Tenggara (Sulteng). Agus meminta semua pihak untuk tidak saling beprasangka buruk.

“Tolong jauhkan persepsi-persepsi yang negatif, prasangka buruk yang negatif satu sama lain. Itu yang akan bisa membuat konflik sosial di masyarakat,” kata Agus di kantornya, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2019).

Agus mengatakan prasangka negatif itu dapat memperburuk hubungan antardesa yakni Gunung Jaya dan Sampuabalo. Konflik, menurut Agus, tidak akan terjadi jika masyarakat saling sinergi dan percaya.

“Bisa jadi terjadi akibat kesenjangan ekonomi tapi ada yang bisa kita lihat, yang terjadi kesenjangan ekonomi cukup terlibat. Tapi apabila adanya proses integrasi sosial di tengah-tengah masyarakat yang baik. Maka, isu ekonomi tidak akan bisa, tidak akan mampu dibelokkan dengan isu lain yang dapat memicu konflik sosial,” lanjutnya.

Prasangka buruk ini, dinilai Agus, sebagai sesuatu yang berbahaya karena memicu tersebarnya berita-berita bohong atau hoax. Karena itu, Agus mengimbau semua pihak tidak mudah terpancing isu-isu yang beredar dan lebih mengedepankan dialog.

“Kita harus percaya apapun itu beratnya masalahnya, seberapa pun itu perbedaan di antara kita, hati yang dingin, pikiran yang dingin, bisa duduk bersama,” pungkas Agus.

Pertemuan rekonsiliasi ini dihadiri perwakilan dari kedua desa yang berkonflik baik para kepala desa maupun tokoh-tokoh masyarakat. Mereka juga didampingi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Bupati Buton La Bakry dan Kapolres Buton AKPB Andi Herman.

Bentrokan antara pemuda Desa Gunung Jaya dan Desa Sampoabalo itu terjadi pada Rabu (5/6). Akibatnya, 87 rumah di Desa Gunung Jaya terbakar. Dua orang meninggal dalam peristiwa itu, sedangkan korban luka delapan orang.

Berdasarkan keterangan polisi, bentrokan dua desa dipicu adanya konvoi sepeda motor saat malam takbiran yang dilakukan oleh pemuda dari Desa Sampoabalo. Saat melintas di Desa Gunung Jaya, mereka ditegur tapi tidak terima.

Setelah itu, warga dari Desa Sampoabalo yang melintas di Desa Gunung Jaya terkena anak panah. Keesokan harinya, ratusan warga dari Desa Sampoabalo menyerang dan membakar total 87 rumah di Desa Gunung Jaya.

Polisi menetapkan 38 tersangka atas kejadian bentrokan itu. Para pelaku mempunyai peran yang berbeda-beda.

“Ada 38 yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara 45 orang dipulangkan kembali karena tidak bersalah,” ujar Kapolres Buton AKBP Andi Herman saat dimintai konfirmasi, Selasa (11/6).

Leave a comment

Search

Back to Top