Kemendes Dorong UMKM di Daerah Tertinggal Go Online

Kemendes Dorong UMKM di Daerah Tertinggal Go Online

Sosial Budaya No Comments on Kemendes Dorong UMKM di Daerah Tertinggal Go Online

BeritaMonas.com – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) menggandeng marketplace Shopee untuk meningkatkan pemasaran dan penjualan produk-produk UMKM di daerah tertinggal.

Saat ini, sudah lebih dari 200 UMKM di daerah tertinggal yang telah dikenalkan dengan sistem penjualan secara online dan produknya terdaftar di marketplace Shopee. 200 UMKM di daerah tertinggal tersebut tersebar di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Bima, Dompu, Donggala, dan Kabupaten Sorong.

“Melalui kerja sama ini diharapkan dapat mendorong peningkatan penjualan produk-produk di daerah tertinggal dan terjalinnya kemitraan serta kerja sama pengembangan ekonomi lokal serta mendorong terciptanya lapangan pekerjaan di daerah tertinggal,” kata Dirjen PDT Kemendes PDTT Samsul Widodo dalam keterangan tertulis, Selasa (9/7/2019).

Hal itu disampaikannya setelah menghadiri kegiatan Literasi E-Commerce di Daerah Tertinggal dengan tema UMKM Go Online bersama Shopee di Kabupaten Sorong, Papua Barat, Kamis (4/7).

Samsul berharap melalui kegiatan literasi e-commerce ini, masyarakat UKM di Kabupaten Sorong dapat memanfaatkan internet untuk mengembangkan potensi yang ada di desanya. Salah satunya dengan memasarkan produknya secara online melalui marketplace yang ada.

Lebih lanjut, Samsul menjelaskan, Pembangunan Daerah Tertinggal dijalankan sebagai mandat PP Nomor 78 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Berdasarkan Perpres Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019.

Saat ini terdapat 122 daerah tertinggal di Indonesia. Papua Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak daerah tertinggal. Dari total 13 kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat, 7 kabupaten merupakan daerah tertinggal.

“Diperlukan strategi untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal salah satunya melalui pengembangan ekonomi lokal masyarakat,” katanya.

Menurutnya, persoalan pemasaran produk di daerah tertinggal tidak hanya terkait aksesibilitas dan minimnya sarana prasarana, tapi juga rendahnya pengetahuan masyarakat tentang literasi e-commerce.

“Potensi produk unggulan di daerah tertinggal cukup besar, seperti potensi pertanian, perikanan, perkebunan, dan pariwisata. Namun hingga saat ini terdapat kendala terkait pemasaran produk agar dapat diterima dengan baik oleh pasar,” katanya.

Untuk diketahui, Shopee saat ini memiliki program Kreasi Nusantara, yaitu laman khusus di Shopee yang didedikasikan khusus untuk memberikan sorotan bagi produk lokal. Setiap minggunya, Kreasi Nusantara telah mengkurasi sekitar 25 ribu produk lokal antara lain makanan ringan, kerajinan tangan, kain tenun, essential oil, VCO, dan lain-lain dengan peningkatan transaksi hingga 8 kali lipat sejak pertama kali diluncurkan.

“Melalui Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global, UMKM dapat memaksimalkan potensi penjualan produk lokal ke luar negeri via Shopee. Selain itu, UMKM dapat mempelajari bagaimana cara mengembangkan strategi ekspor melalui kelas Kampus Shopee,” katanya.

Leave a comment

Search

Back to Top