Masyarakyat harus kembali bersatu membangun bangsa

Masyarakyat harus kembali bersatu membangun bangsa

Politik No Comments on Masyarakyat harus kembali bersatu membangun bangsa

BeritaMonas.com – Proses Pemilihan Presiden 2019 resmi usai. Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (30/6/2019), menetapkan Joko “Jokowi” Widodo-Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2019-2024. Mereka akan dilantik pada 20 Oktober 2019.

Dalam pidatonya usai penetapan, Jokowi mengajak masyarakat Indonesia melupakan segala perbedaan pendapat sepanjang proses Pilpres 2019 dan kembali bekerja sama untuk membangun bangsa.

“Jangan ada 01, 02. Jangan sampai antartetangga tidak sapa, antara kawan tidak saling omong, karena kita adalah saudara sebangsa setanah air. Mari kita kerja kembali, negara ini memerlukan kerja keras kita tanpa kecuali,” tegas Jokowi dalam pidato usai penetapan KPU di Gedung KPU, Jakarta. (h/t CNN Indonesia).

Proses Pilpres 2019, yang berlangsung selama 10 bulan, tak bisa dimungkiri telah membelah masyarakat Indonesia dengan tajam. Saling hina antar-pendukung 01 (Jokowi-Amin) dan 02 (Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno), terutama di media sosial, sudah seperti menjadi rutinitas sehari-hari.

Bahkan, saat mereka yang memprotes hasil penghitungan suara berdemo di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, pada 21-22 Mei lalu, sempat terjadi keributan antara oknum pengunjuk rasa dengan aparat keamanan. Korban pun berjatuhan, termasuk 9 orang tewas.

Prabowo-Sandi kemudian menggugat hasil pilpres tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sidang MK, yang berlangsung dalam pengawalan ketat ribuan aparat keamanan, berakhir pada Kamis (27/6) dengan ditolaknya seluruh gugatan oleh Majelis Hakim MK.

Dengan demikian Jokowi-Amin, yang merebut 85.607.362 suara (55,5 persen), sah menjadi pemenang Pilpres dan KPU pun menetapkan mereka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024. Prabowo-Sandi beroleh 68.650.239 suara (44,5 persen).

Melihat jurang pemisah nan lebar antara dua kubu tersebut, tak salah jika dalam kesempatan pertama Jokowi langsung mengajak bangsa Indonesia untuk melupakan perdebatan dan kembali bersatu membangun bangsa.

Ma’ruf Amin pun menyerukan hal serupa. Ia mengingatkan agar perpedaan pilihan politik tak lantas membuat warga memutus silaturahmi mereka. “Jangan ada lagi saling blokir di media (sosial). Itu harus sudah kita akhiri,” ujar Ma’ruf, dikutip Tirto.id.

Jokowi juga mengajak Prabowo-Sandi, yang tak menghadiri rapat pleno KPU tersebut, untuk bekerja bersama.

“Kami menyadari bahwa Indonesia adalah negara besar. Indonesia tidak bisa dibangun hanya dengan satu orang, dua orang, atau sekelompok orang. Oleh karena itu saya mengajak Pak Prabowo Subianto dan Pak Sandiaga Uno untuk bersama-sama membangun negara ini,” ujarnya.

Suara-suara yang meminta agar dua kubu tersebut berekonsiliasi usai sidang MK memang telah ramai terdengar. Bahkan tersiar kabar bahwa kubu Prabowo-Sandiaga bakal diajak masuk dalam pemerintahan, alias berkoalisi.

Dua partai politik pendukung Prabowo-Sandi, Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (APN), dikabarkan semakin merapat ke kubu Jokowi-Amin.

Sementara suara di Gerindra, partai utama pendukung Prabowo-Sandi, tampaknya masih terbelah. Ada pengurus partai yang membuka peluang untuk berkoalisi dengan presiden terpilih, tetapi ada juga yang menegaskan Gerindra bakal lebih nyaman sebagai oposisi.

Hingga saat ini, Prabowo, sebagai ketua umum dan ketua dewan pembina Gerindra, belum mengeluarkan komentar resmi soal wacana koalisi atau oposisi tersebut.

Sementara Jokowi membuka pintu untuk berkoalisi dengan rivalnya. Akan tetapi ia harus terlebih dulu membahasnya dengan partai-partai anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK) yang mendukungnya sejak awal.

“Iya masih, masih perlu waktu. Karena saya pun harus mengajak berbicara untuk yang sudah ada di dalam, yaitu Koalisi Indonesia Kerja,” katanya.

Pada intinya, Jokowi menegaskan dirinya terbuka untuk berkerja sama dengan siapapun yang ingin bersama-sama membangun dan memajukan bangsa.

Leave a comment

Search

Back to Top