Pascapemilu, Saatnya Galakkan Rekonsiliasi Kebangsaan

Pascapemilu, Saatnya Galakkan Rekonsiliasi Kebangsaan

Politik No Comments on Pascapemilu, Saatnya Galakkan Rekonsiliasi Kebangsaan

BeritaMonas.com – Kompetisi pemilu telah menciptakan ruang perbedaan dan perselisihan di antara kontestan baik di dunia nyata, maupun dunia maya terutama media sosial (medsos). Pemilu telah selesai. Kini saatnya melakukan rekonsiliasi kebangsaan dengan menghapus segala perbedaan dan perselisihan.

“Kita harus kembali merajut persatuan dengan melakukan rekonsiliasi kebangsaan. Kita harus move on dan menatap Indonesia yang lebih baik ke depan. Akhirilah politik identitas, akhirilah pilihan diksi yang membuat posisi orang lain tidak nyaman, akhirilah memvonis orang lain seperti menuduh berbuat curang. Sudahlah kita tinggalkan saja segala bentuk hoax, hate speech, dan lain-lain,” ujar Direktur Eksekutif Emrus Corner, Emrus Sihombing di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Emrus menilai, selama kampanye pemilu lalu, ada semacam komunikasi politik yang kadang memunculkan pilihan diksi yang tidak edukatif di tengah masyarakat. Bahkan ada lontaran-lontaran yang membuat pihak tertentu tidak nyaman dengan pesan tersebut. Hal itu jelas tidak sesuai dengan nilai sila Pancasila yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

“Saya garis bawahi kata beradab. Komunikasi politik juga harus beradab jadi semua aktivitas kehidupan kita harus beradab, ekonomi beradab, politik beradab, komunikasi politik juga beradab, lontaran pesan yang disampaikan juga harus pilihan diksi yang beradab, karena itu landasan Pancasila,” tutur Emrus, dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com.

Untuk itulah, pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan ini mengajak seluruh bangsa untuk kembali ke alam realitas dengan berkontribusi membangun bangsa dan negara sebagaimana dituangkan dalam Pembukaan UUD ’45 yaitu memajukan kesejahteraan umum, kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga tidak lagi memperbincangkan perbedaan atas dasar agama, suku, atau apapun yang sifatnya mempertajam perpecahan. Namun, memperbincangkan tentang program atau segala perbaikan program pembangunan juga mengkritisi hal-hal yang dinilai dari melenceng dari komitmen kebangsaan.

“Sekarang kita bersyukur sudah ada presiden terpilih, 2019-2024. Biarlah presiden terpilih menyusun kabinet dan programnya untuk mewujudkan janji-janjinya di masa kampanye. Dan mari kita dukung dengan memberikan masukan dan kritik dan sifatnya konstruktif,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menyikapi keriuhan media sosial (medsos). Ia melihat medsos seakan kebablasan. Pasalnya banyak pesan di medsos yang isinya hoax, hate speech, dan pesan yang tidak memiliki rasa tanggung jawab.

Leave a comment

Search

Back to Top