Jadi Siklus Rutin, Ini Antisipasi Kementan Atasi Kekeringan

Jadi Siklus Rutin, Ini Antisipasi Kementan Atasi Kekeringan

Sosial Budaya No Comments on Jadi Siklus Rutin, Ini Antisipasi Kementan Atasi Kekeringan

BeritaMonas.com – Memasuki musim kemarau Kementerian Pertanian memberikan perhatian khusus terhadap potensi terjadinya kekeringan terhadap lahan pertanian produktif. Salah satunya di kabupaten Bekasi.

Hamparan
sawah yang mengering di Kabupaten Bekasi mulai nampak. Tim Upaya Khusus
Swasembada Pangan Propinsi Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bekasi
melakukan beberapa langkah antisipasi. 

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil selaku Ketua Tim
Penanggung jawab UPSUS Jabar menyampaikan bahwa agar tidak tidak sampai
menyebabkan gagal panen, beberapa langkah antisipasi perlu dikakukan.
Tim yang terdiri dari unsur Kementerian Pertanian, dinas pertanian dan
dinas terkait, Babinsa TNI AD dan petani ini melakukan berbagai upaya
untuk memastikan distribusi air tetap merata dan bisa dinikmati oleh
para petani. 

“Ini siklus tahunan dan akan kita
tanggulangi bersama. Jangan sampai petani terkendala dalam berproduksi,
karena selain berpengaruh buat pendapatan petani, juga akan berpengaruh
terhadap pasokan beras nasional,” ujar Ali Jamil saat meninjau lahan
percepatan tanam di wilayah Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Senin (17/6).

Kekeringan
ini diakibatkan hujan tak kunjung turun, sedangkan pasokan air dari
irigasi pun berkurang, terang Jamil. Ia dan seluruh jajaran tim Upsus
provinsi Jabar tengah lakukan peninjaun di sawah hamparan seluas 100 ha
yang telah siap tanam dan sedang diolah milik H.Noyan, kampung Pule
Warung Seri Karang Setia Rt 02/02 Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten
Bekasi.

Saat ini luas baku sawah di Kab.Bekasi
adalah 48.382 Ha, standing crop 3 bulan terakhir sekitar 28.231 ha
sehingga potensi lahan tersedia untuk bulan Juni adalah sekitar 20.151
ha. 

Bulan Juni diharapkan minimal 15.000 Ha dengan
sisa lahan yang tidak tersedia airnya. Timnya mendorong petani dibantu
oleh Babinsa dan dinas terkait melakukan percepatan tanam di musim tanam
gadu. Musim tanam gadu dimulai pada April sampai  Juli. 

“Musim
tanam kemarau dengan catatan sistem pengairan atau irigasinya harus
bagus. Kurangnya suplai air pada musim tanam gadu yang menjadi kendala
agar dikoordinasi dengan pihak PJT dan juga berdayakan pompa Alsintan”
ujar Jamil.

Area yang kekurangan mesin perontok agar
mengajukan permohonan melalui Distankab. Sementara untuk melakukan
normalisasi saluran irigasi akibat pendangkalan, khususnya di Desa
Karang Setia agar dapat segera melaksanakannya dengan menggunakan beko
Brigade alsintan, adapun operasionalnya gunakan dana ADD Karang Setia.
“Jangan ditunda, lalukan segera agar petani dapat terus berproduksi”
tegasnya.

Sementara terkait harga gabah dan beras
rendah saat musim panen, Jamil menyampaikan bahwa ia akan segera
melakukan koordinasi dengan Bulog. “Serapan Bulog akan menanggulangi
permasalahan ini karena hal ini telah diatur pemerintah. Jadi kita
hadapi bersama siklus tahunan ini, dan selamat bertanam”, pungkasnya.

Leave a comment

Search

Back to Top