Klaim 12 Truk Dokumen, TKN Minta Tim Hukum BPN Jangan Terus Cari Kambing Hitam

Klaim 12 Truk Dokumen, TKN Minta Tim Hukum BPN Jangan Terus Cari Kambing Hitam

Hukum No Comments on Klaim 12 Truk Dokumen, TKN Minta Tim Hukum BPN Jangan Terus Cari Kambing Hitam

BeritaMonas.com – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) dan Maruf Amin meminta Tim Hukum Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno terus menerus mencari-cari kesalahan dan mengkambing hitamkan petugas MK terkait klaim 12 truk dokumen yang tidak sampai.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf,
Irma Suryani Chaniago kepada Tribunnews.com, Jumat (14/6/2019).

“Pertanyaannya
memang punya 12 truk atau kembali cuma klaim? Apa susahnya bawa 12 truk
dokumen ke MK jika barangnya benar ada? Jangan-jangan nanti isi 1 truck
yang diklaim sudah berada di MK juga cuma kliping kliping koran berita
tuduhan-tuduhan mereka juga,” ujar Ketua DPP NasDem ini.

Karena selama ini dia menjelaskan, sudah banyak tuduhan yang
disampaikan kubu 02, diantaranya paslon curang, terus menuduh pemerintah
curang, lalu menuduh penyelenggara pemilu curang, lalu tidak percaya
pada Bawaslu.

“Setelah itu tidak percaya pada MK. Setelah MK siapa lagi nanti yang dibilang curang?” tegas anggota DPR RI ini.

Dalam persidangan perdana tadi, hakim MK bahkan mengatakan silakan bawa semua bukti.

Namun yang terjadi, kuasa hukum 02 menyatakan bukti mereka tarik karena petugas kelelahan bongkar truk berisi dokumen.

Sedihnya, imbuh dia, klaim itu juga dibantah oleh MK. Karena MK menyatakan silakan masukkan semua.

Bahkan hakim MK memastikan petugas MK selalu siap menerima.

“Jadi menurut kami modus-modus seperti ini sudah basi untuk
dimainkan. Karena rakyat memantau setiap kejadian dan berita. Stop
menggiring opini publik,” katanya.

Klaim Tim Hukum 02 Soal 12 Truk Dokumen ke MK

Tim Hukum 02 mengklaim pihaknya sudah siap membawa 12 truk berisi bukti permohonan gugatan sidang hasil Pilpres 2019.

Hal tersebut disampaikannya sebagai respons dari pemaparan Ketua
Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman yang membeberkan masih banyaknya
permohonan dari tim hukum Prabowo-Sandiaga yang belum melampirkan bukti
fisik.

Awalnya, Anwar Usman melakukan pengesahan alat bukti dari pemohon yang sudah diajukan ke MK.

Dijelaskan, dari alat bukti P1 hingga P155, masih banyak yang belum dilampirkan bukti fisiknya.

“Pertama, alat bukti P1 sampai P155, tolong diperhatikan, ada catatan yang tidak ada bukti fisiknya,” kata Anwar Usman.

“Yaitu P37A, P45A, P46A, P47A, P48A, P62A, P72A, P95-P102, P106,
P107, P111, P119, P133, P136-P139, P140A-P140TTT, P143-P155,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua tim hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto lantas memaparkan bahwa kurangnya alat bukti ini karena MK yang sudah lelah.

Bahkan, Bambang mengklaim bahwa pihaknya sudah menyiapkan 12 truk berisi alat bukti untuk diajukan ke MK.

“Ketua, ada beberapa bukti yang kemarin malam sudah masuk tapi teman-teman di MK sebagian besar katanya sudah capek,” kata Bambang Widjojanto.

“Seingat kami, 12 truk yang harusnya kami masukkan, itu tidak bisa
masuk karena sudah kecapekan untuk menghadapi sidang hari ini.”

“Sehingga kami kemudian akan mencoba mengkonfirmasi lagi bukti-bukti
yang, ada 1 truk yang terlambat juga, dan 12 truk lainnya yang sedang
dalam proses,” sambung dia.

Bambang juga menjelaskan, alat bukti tersebut belum sampai ke MK juga dikarenakan permasalahan waktu.

“Karena waktunya Pak Ketua. Jadi mudah-mudahan dalam waktu dekat itu,” ujarnya.

Anwar Usman lantas memaparkan masih ada bukti fisik lain yang
ternyata masih belum diserahkan ke MK, di luar yang sudah ia sampaikan
sebelumnya.

“Masih ada lagi ya. Itu yang pertama tadi. Kemudian yang kedua, alat
bukti tambahan, mungkin yang tadi malam itu yang dimaksudnya. P156-P177.
Catatan yang tidak ada bukti fisiknya yaitu P158-P161, P164, P168,
P172, P175, dan P177,” jelas Anwar Usman.

“Kemudian yang tidak ada bukti asli legisnya, P171 dan P173. Jadi tadi malam sudah diverifikasi katanya,” imbuhnya.

Melanjutkan, Majelis Hakim lainnya, I Dewa Gede Palguna menjelaskan
pada Bambang bahwa yang disampaikan oleh Anwar Usman ini sudah
keseluruhan.

“Pak Bambang, itu sudah termasuk yang tadi malam yang diverifikasi itu,” ujarnya.

Menanggapi itu, Bambang menjelaskan, terkait bukti lain, pihaknya sudah sempat masuk dengan satu truk yang lain.

“(Tapi) katanya MK sudah tutup,” kata Bambang.

Bambang kemudian meminta rekan tim hukum lain, Luthfi Yazid menjelaskan.

“Jadi memang ada 1 truk yang sudah masuk ke sini, kemudian ada 11
lainnya sedang menuju ke Mahkamah Konstitusi, tapi kami juga melihat
bahwasannya kawan-kawan yang menurunkan barang itu capek. Sehingga dari
Mahkamah Konstitusi, Pak Wiryanto mengatakan kami capek sekali, mohon
sampai di sini saja dulu,” ungkap Luthfi.

“Yang untuk Jawa Tengah distop saja dulu meski kami sudah turunkan. Akhirnya truk kami kami tarik kembali,” lanjutnya.

Namun, Luthfi menjelaskan bahwa bukti tersebut sudah dimasukkan dan sudah diproses MK.

Hakim anggota I Dewa Gede Palguna mempertanyakan pernyataan tersebut.
Karena ia memastikan dirinya turut mengawasi masuknya dokumen barang
bukti.

“Makanya jangan mengatakan kalau yang di sini (MK) yang capek. Karena
dari tadi saya sudah kontrol dan sampai kemarin kami cek, memang jam
19.00 WIB diclose dulu untuk beristirahat, tapi setelah itu diperiksa
lagi.”

“Dan hasilnya yang itu yang tadi temuan yang disampaikan pak Ketua. Bahwa kalau ada yang ditarik kembali dengan alasan mungkin kami yang capek, itu soal lain. Jadi jangan seolah-olah mahkamah yang keliru,” tegasnya

Leave a comment

Search

Back to Top