Aksi 22 Mei Berujung Rusuh, Mahfud MD Sebut Tindakan Polisi Sudah Profesional Dan Terukur

Aksi 22 Mei Berujung Rusuh, Mahfud MD Sebut Tindakan Polisi Sudah Profesional Dan Terukur

Sosial Budaya No Comments on Aksi 22 Mei Berujung Rusuh, Mahfud MD Sebut Tindakan Polisi Sudah Profesional Dan Terukur

BeritaMonas.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, kepolisian dalam menangani aksi 22 Mei yang berujung rusuh sudah profesional dan terukur.

Hal tersebut dikatakan Mahfud MD saat menghadiri halalbihalal bersama Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (16/9/2019).

“Sampai polisinya diejek pun masih tetap sabar dan mengamankan keadaan,” kata Mahfud.

Menurut dia, kepolisian telah melindungi pengunjuk rasa yang
melakukan aksinya secara damai, sampai melakukan Salat Tarawih bersama.

Tiba-tiba setelah semua tenang, datang perusuh.

“Semua yang dilakukan, termasuk penangkapan orang-orang, penetapan
tersangka, berdasarkan bukti visual serta pengakuan orang yang telah
tertangkap,” ucap dia.

Monitor warga Madura di Kalbar

Sementara itu, Mahfud mengaku, sudah berkali-kali datang ke
Kalimantan Barat serta selalu memonitor masyarakat Madura yang ada di
Bumi Khatulistiwa.

Dia menilai, masyarakat Madura telah berinteraksi dengan baik dengan seluruh masyarakat yang berbeda-beda suku dan agama.

Dia meminta hubungan baik antar masyarakat untuk selalu dijaga.

Karena silaturahim pada intinya adalah menjalin hubungan baik.

Polisi Tangguhkan Penahanan

Polisi menangguhkan penahanan sebanyak 100 dari 447 tersangka pelaku kerusuhan di Jakarta pada 21-22 Mei 2019.

“Dari 447 ada 100 orang yang juga sudah ditangguhkan oleh penyidik
dengan berbagai pertimbangan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum
(Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Gedung Humas Mabes
Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2019).

Satu pertimbangan dalam penangguhan penahanan tersebut adalah kondisi kesehatan sejumlah tersangka.

“Karena ada yang diamankan di saat itu menjadi sebuah temuan yang bersangkutan menjadi korban dari aksi tersebut,” ujarnya.

Selain itu, pertimbangan lainnya adalah peran dan keterlibatan
tersangka dalam peristiwa kerusuhan yang menewaskan sembilan orang
tersebut.

Asep menerangkan, ada tersangka yang melakukan aksi secara masif, tetapi ada pula yang karena tidak melaksanakan imbauan aparat.

“Ada yang memang terlibat secara masif melakukan aksi unjuk rasa atau
ada yang sekadar tidak mengindahkan perintah aparat keamanan,” ungkap
dia.

“Ketika dikatakan harus bubar tidak mengindahkan, itu juga merupakan
tindakan melanggar hukum diatur dalam Pasal 218 KUHP,” sambung Asep.

Leave a comment

Search

Back to Top