Kivlan Zen ditangkap Sebagai Tersangka Kasus Senjata Api dan Makar

Kivlan Zen ditangkap Sebagai Tersangka Kasus Senjata Api dan Makar

Politik No Comments on Kivlan Zen ditangkap Sebagai Tersangka Kasus Senjata Api dan Makar

BeritaMonas.com – Polda Metro Jaya menangkap sekaligus menjadikan mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen sebagai tersangka dalam kasus dugaan kepemilikan senjata api selepas menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri soal dugaan makar, pada Kamis (30/5) dini hari.

Kepastian
tersebut diungkapkan koordinator kuasa hukum Kivlan Zen, Djudju
Purwantoro, di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis
(30/5) dini hari.

“Bapak Kivlan Zen ini semenjak sekitar sore tadi
(Rabu, 29 Mei) sekitar jam 16.00 dimulai pemeriksaannya oleh pihak
penyidik Polda Metro Jaya, diawali sebenarnya dengan penangkapan ya,”
kata Djudju kepada wartawan sebagaimana dilaporkan kantor berita Antara.

Penangkapan Kivlan, sambung Djudju, didasari UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 mengenai kepemilikan senjata api.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) disaksikan Menko Polhukam Wiranto (kiri) dan Kepala KSP Moeldoko (kanan) menunjukkan barang bukti senjata api pascakerusuhan di Jakarta, Rabu (22/5). Menko Polhukam mengatakan Pemerintah sudah mengetahui dalang dari aksi kerusuhan yang terjadi setelah unjuk rasa di depan Bawaslu.

Penetapan Kivlan sebagai tersangka kasus dugaan
kepemilikan senjata api berkaitan dengan penangkapan enam orang yang
diduga merencanakan pembunuhan Menko Polhukam Wiranto, Menteri
Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Badan
Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang
Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Keenam tersangka itu berinisial HK, AZ, TJ, AD, IF dan AF.

Djudju
mengatakan satu dari enam orang yang dijadikan tersangka dalam kasus
kepemilikan senjata api sempat bekerja sebagai supir pribadi Kivlan Zen.

Pria itu adalah pemilik sekaligus koordinator perusahaan outsourcing petugas keamanan alias satpam bagi Kivlan.

“Dia
baru saja ikut bekerja paruh waktu bersama atau ikut pak Kivlan Zen itu
baru sekitar tiga bulanan dan juga termasuk salah satu tersangka
pemilik penggunaan senjata api tanpa atau secara tidak sah.”

“Oleh sebab itu status pak Kivlan pada sore dan tengah malam ini juga sudah dinyatakan tersangka walaupun tidak secara langsung pak Kivlan itu memiliki atau menguasai senjata api karena pihak penyidik sudah melakukan pemeriksaan awal tentang kasus ini,” papar Djudju.

Kerusuhan 22 Mei di sejumlah kawasan di Jakarta diyakini polisi ditunggangi sejumlah kelompok untuk menggolkan agendanya masing-masing.

Sebelum dijadikan tersangka dalam kasus dugaan
kepemilikan senjata api oleh Polda Metro Jaya, Kivlan Zen menjalani
pemeriksaan di Bareskrim Polri sebagai tersangka kasus dugaan makar,
pada Rabu (29/5).

“Saya berserah diri sama Allah. Itu (ditahan)
kan haknya penyidik, jadi kita nggak ada masalah,” ujar Kivlan Zen
kepada wartawan di Bareskrim Polri, Rabu (29/5).

“Jadi umpamanya dilanjutkan pemeriksaan dengan cara saya di luar atau saya di dalam saya terima, nggak ada masalah,” sambungnya.

Kivlan beberapa kali melancarkan demonstrasi, menuduh telah terjadi kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu Serentak 2019.

Dia
menambah daftar pendukung calon presiden-calon wakil presiden nomor
urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang ditetapkan sebagai
tersangka dalam kasus makar.

Sebelumnya, Lieus Sungkharisma dan politikus PAN, Egi Sudjana, juga mendapat predikat tersebut dalam kasus serupa.

Kemudian,
Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo
Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya, ditangkap terkait kasus
penyebaran hoaks pada Minggu (26/5).

Adapun Bachtiar Nasir ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencucian uang.

Leave a comment

Search

Back to Top