Jelang Sidang MK, Tokoh Masyarakat Betawi Tolak Segala Bentuk Aksi Berpotensi Rusuh

Jelang Sidang MK, Tokoh Masyarakat Betawi Tolak Segala Bentuk Aksi Berpotensi Rusuh

Hukum, Politik No Comments on Jelang Sidang MK, Tokoh Masyarakat Betawi Tolak Segala Bentuk Aksi Berpotensi Rusuh

BeritaMonas.com – Menjelang sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sejumlah tokoh Majelis Adat Masyarakat Betawi berkumpul di Hotel Aston Priority, Jakarta Selatan, Selasa (11/6/2019) malam.

Mereka sepakat menolak aksi yang berpotensi rusuh saat sidang MK digelar hingga saat putusan MK ditetapkan.

Ketua Umum Bamus Betawi, Zainuddin yang akrab disapa Haji Oding dalam
keterangan resminya yang diterima Warta Kota, Selasa malam,
menjelaskan, bahwa pertemuan tersebut digelar untuk menyikapi rencana
sejumlah aksi dalam sidang gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah
Konstitusi (MK).

Dari hasil pertemuan tersebut, Oding mengatakan, Majelis Adat
Masyarakat Betawi memutuskan untuk menolak dan tidak mengikuti jika ada
rangkaian aksi-aksi yang berpotensi pada kerusuhan saat berjalannya
proses persidangan di MK.

Sebab hal tersebut hanya akan merugikan masyarakat Jakarta khususnya
orang Betawi yang notabene sebagian besar adalah masyarakat kecil.

“Kita tidak ingin situasi memanas sampai berujung pada kerusuhan seperti tahun 1998 lalu. Karena kalau itu terjadi, yang sangat dirugikan adalah orang Betawi. Kalau orang lain bisa pulang kampung, sementara orang Betawi mau pulang kemana? Karena di sini rumahnya, di sini kampungnya” kata Oding, Selasa malam.

Karenanya ia mengimbau kepada masyarakat Jakarta khususnya warga
Betawi atas nama Majelis Adat Betawi, agar tidak terpengaruh dengan
segala bentuk konten negatif yang mengarah pada provokasi maupun berita
bohong di seluruh lini sosial media dalam menyikapi sidang MK.

“Kami mengajak semua pihak menyaring sebelum men-sharing kabar-kabar yang belum tentu kebenarannya, di media sosial” katanya.

Ditempat yang sama, anggota Majelis Adat Masyarakat Betawi sekaligus
Imam Besar FBR, KH Lutfi Hakim mengatakan, demi situasi ibu kota Jakarta
yang kondusif, pihaknya juga mengimbau kepada pihak tergugat dan
termohon, baik yang berada di Jakarta maupun di luar Jakarta, agar bisa
menerima dengan legowo dan beradab hasil persidangan atau putusan
Mahkamah Konstitusi (MK) atas perkara tersebut.

“Intinya kita warga Betawi menolak jika ada kerusuhan, dan
upaya-upaya dari orang-orang yang mencoba membuat kerusuhan dan
kerusakan di Jakarta dengan dalih apapun,” katanya.

Menurut Lutfi, Majelis Adat Betawi mendukung penuh aparat penegak
hukum untuk mengambil tindakan tegas ke pihak-pihak yang melakukan
huru-hara saat sidang MK.

“Karena kita kaga mau denger ada orang kita menjadi korban, kita ingin Jakarta tetap aman,” katanya.

Leave a comment

Search

Back to Top