Ironi 3 Eks Kepala Jadi Tersangka Melawan Negara

Ironi 3 Eks Kepala Jadi Tersangka Melawan Negara

Politik No Comments on Ironi 3 Eks Kepala Jadi Tersangka Melawan Negara

BeritaMonas.com – Tiga mantan pejabat tinggi TNI dan Polri menjadi tersangka makar–tindakan melawan negara. Mereka adalah Eks Danjen Kopassus Soenarko, Eks Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen, dan Eks Kapolda Sofyan Jacob. Mereka semua merupakan pendukung pasangan calon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pertama,
ada nama Eks Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko. Polisi
menetapkan Soenarko sebagai tersangka atas dugaan kasus penyelundupan
senjata. Soenarko kini ditahan di Rutan Militer Guntur.

“Terkait kasus penyelundupan senjata, perlu dijelaskan tadi
malam telah dilakukan penyidikan terhadap oknum yang diduga sebagai
pelaku pada waktu bersamaan oleh penyidik dari Mabes Polri dan penyidik
dari POM TNI. Penyidikan dilakukan di Markas Puspom TNI, Cilangkap. Hal
ini dilakukan karena salah satu oknum yang diduga pelaku berstatus sipil
(Mayjen Purn S),” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen
Sisriadi saat dimintai konfirmasi, Selasa (21/5/2019).

Selain
itu, Soenarko sebelumnya juga dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh
seseorang bernama Humisar Sahala. Laporan ini dilatarbelakangi
beredarnya pernyataan-pernyataan Soenarko yang dinilai memprovokasi dan
mengadu domba.

“Pernyataan yang membuat keresahan adalah
memerintahkan mengepung KPU dan Istana dan kemudian menyatakan
seakan-akan polisi akan bertindak keras, tentara tidak,” kata pengacara
Humisar di gedung Bareskrim, Mabes Polri, Senin (20/5).

Soenarko
dilaporkan dengan Pasal 110 juncto 108 UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP
tentang Makar dan Pasal 163 bis juncto 146 KUHP tentang Kejahatan
terhadap Ketertiban Umum.

Usai Soenarko, muncul nama Kivlan yang
juga tersandung kasus makar. Kivlan ditetapkan sebagai tersangka kasus
berita bohong (hoax) dan makar oleh polisi.

Karo Penmas Divisi
Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan kabar soal peningkatan
status Kivlan Zen dalam kasus makar. Kini status Kivlan sudah meningkat
dari saksi menjadi tersangka.

“Sudah tersangka,” kata Dedi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019).

Kivlan
juga sebelumnya dilaporkan ke polisi atas dugaan penyebaran hoax dan
dugaan makar oleh Jalaludin. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor
LP/B/0442/V/2019/Bareskrim.

Perkara yang dilaporkan adalah tindak
pidana penyebaran berita bohong (hoax) serta UU Nomor 1 Tahun 1946
tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar
UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 juncto Pasal 87 dan/atau
Pasal 163 bis juncto Pasal 107.

Namun
kemudian, Pengacara Kivlan, Suta Widhya, mengatakan penyidik memutuskan
menahan Kivlan terkait kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal.
Kivlan pun ditahan di Rutan Guntur, Jakarta Selatan. Kivlan Zen menyusul
rekannya, Soenarko yang juga ditahan di sana.

“Dalam hal ini kebijakan dari kepolisian untuk menahan 20 hari ke depan di Guntur,” kata Suta Widhya, Kamis (30/5).

Namun
ternyata, tak hanya mantan pejabat TNI saja yang tersandung makar. Dari
Polri, ada nama Mantan Kapolda Metro Jaya Irjen (Purn) Sofyan Jacob.
Sofyan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar. Jacob diduga
menyebarkan seruan makar melalui sebuah video.

“Ucapan, ada yang
ucapan berupa video ada juga di sana,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya
Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin
(10/6/2019).

Hanya saja, Argo tak menjelaskan kalimat apa yang
diucapkan Sofyan sehingga dirinya dituduh melakukan makar. Video itulah
yang kemudian dilaporkan oleh seseorang ke Bareskrim Polri. Kasus itu
kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

“Saya nggak lihat
videonya ya. Tentunya penyidik sudah lebih paham, lebih tahu dia sudah
mengumpulkan namanya sudah menetapkan sebagai tersangka berarti sudah
memenuhi unsur di sana ya itu sudah digelarkan di situ,” ungkap Argo.

Polisi
saat ini masih mendalami kasus yang melibatkan Sofyan Jacob ini. Pihak
kepolisian juga sedang menyelidiki apakah ada keterkaitan kasus Sofyan
dengan kasus-kasus dugaan makar lainnya. Diketahui, hari ini polisi
memanggil Sofyan sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. Pemeriksaan
itu ditunda karena Sofyan sedang sakit.

Leave a comment

Search

Back to Top