Relawan Martabat Hargai Proses Hukum di MK

Relawan Martabat Hargai Proses Hukum di MK

Politik No Comments on Relawan Martabat Hargai Proses Hukum di MK

BeritaMonas.com – Relawan Martabat Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin mengucapkan selamat atas ditetapkannya Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin) sebagai presiden-wakil presiden terpilih periode 2019-2014. Penetapan ini berdasarkan hasil pleno rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum (KPU), 21 Mei 2019 lalu.

Ketua Relawan Martabat, Arnol Sinaga mengatakan, pihaknya tetap menghargai proses hukum di Mahkamah Konstitusi (MK). “Insya Allah dugaan dan tuduhan kecurangan tidak terbukti dan Jokowi-Amin akan dilantik nantinya,” kata Arnol Sinaga.

Menurut dia, setelah KPU menetapkan hasil akhir rekapitulasi suara pilpres 2019 dengan kemenangan paslon #01. Jokowi-Amin dipastikan akan terpilih menjadi presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024. “Kami Relawan Martabat Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin berterima kasih kepada masyarakat yang telah memilih Jokowi-Amin. Kami juga bersyukur khususnya kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kehendak-Nya menjadikan Bapak Jokowi dan Bapak KH Ma’ruf Amin sebagai pemenang yang sah,” tukas Arnol Sinaga yang berprofesi pengacara ini.

Mewakili para Relawan Martabat di seluruh Indonesia, Arnol Sinaga, mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk merajut kembali kedamaian di negeri ini.

“Semua rakyat Indonesia usai Pemilu 2019 ini harus bersatu kembali dalam persatuan Indonesia. Jaga kerukunan dan perdamaian untuk kemajuan bangsa Indonesia yang lebih baik lagi,” tegasnya.

Sampai menunggu proses sidang MK, lanjut dia, semua pihak harus menahan diri dari provokasi maupun adu domba antar anak bangsa. Menurut dia, semua pihak harus percayakan proses hukum kepada Mahkamah Konstitusi (MK), apa yang menjadi keputusan MK adalah keputusan final dan mengikat.

“Kami optimis pak Jokowi-Amin lewat Tim Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) bisa menang di pengadilan MK. Sebab, bukti-bukti yang dibawa nantinya oleh Pihak BPN Prabowo-Sandi tidak cukup kuat, sebab selisihnya sudah 17 juta suara,” tegasnya.

Soal tuduhan kecurangan terstruktur, massif dan sistematis (TSM) juga sulit dibuktikan. Sebab, Jokowi-Amin bermain lurus dan apa adanya, dimana tidak ada pergerakan kuat dalam pengerahan ASN, TNI-Polri untuk memenangkan Jokowi-Amin.

“Kemenangan Jokowi-Amin adalah murni kemenangan rakyat. Semua gerakan dan mobilisasi hasil gotong-royong sesama relawan, pendukung dan partai politik. Suara paslon 01 adalah Suara Rakyat yang diartikan Suara Tuhan (Vox Populi, Vox Dei),” pungkasnya.

Leave a comment

Search

Back to Top