Ancaman Bagi Si Penghasut, Ditolak Surga!

Ancaman Bagi Si Penghasut, Ditolak Surga!

Sosial Budaya No Comments on Ancaman Bagi Si Penghasut, Ditolak Surga!

BeritaMonas.com – Tiap hari kita, caci maki, kata-kata kasar, menuduh, stigmatisasi sesat dan sejenisnya masih terus meluncur dari mulut ke mulut dan berhamburan dari mimbar ke mimbar, seakan-akan tak bisa berhenti atau dihentikan bagai busur (anak panah) yang dilepaskan ke arah sasarannya.

Banyak hati yang terus membara, mendidih dan menyala-nyala, seakan
terlampau sulit untuk padam. Di antara mereka ada yang seperti amat
senang memprovokasi, mengadudomba dan menyulut api permusuhan antar umat
seagama atau berbeda agama atau antar warga negara.

Akal intelektual sebagai unsur khas manusia yang karena itu ia
menjadi terhormat, tak lagi digunakan. Ia telah disingkirkan dari ruang
percakapan sosial. Yang menguasai diri adalah emosi yang siap membuncah
dan meledak-ledak.

Tetapi satu hal yang sungguh tidak dapat dimengerti adalah bahwa
mereka yang terlibat dalam pusaran saling mengumbar marah dan menghasut
itu menganggap diri paling mengerti tentang agamanya sambil
membodoh-bodohkan lawannya.

Situasi kejiwaan ini mengingatkan kita pada hadits Nabi :

“الأرْواحُ جُنُودٌ مُجَنَّدةٌ، فما تَعارَفَ منها ائْتلَف، وما تَناكَرَ منها اخْتَلَفَ”.

“Ruh-ruh (jiwa-jiwa) bagaikan prajurit-prajurit yang siap (untuk
damai atau untuk perang). Jiwa-jiwa yang saling mengenal akan bersatu
saling mengasihi. Dan jiwa-jiwa yang saling mengingkari, akan bertengkar
(bermusuhan)”.

Aku pikir hadits ini agaknya ingin mengatakan dan mengusik kesadaran
kita: jika (jiwa) kalian saling mengenal, kalian akan damai. Tetapi jika
kalian saling mengingkari (tak mau saling mengenal), kalian akan
bermusuhan. Nah, jadinya tergantung pada pilihan kita.

“Sekarang kita kembali ke atas. Jadi kita harus bagaimana? Bagaimana
sejatinya kata al-Qur’an dan kata Nabi?. Begitu tanya seseorang. Aku
bilang seharusnya kita atau mereka segera menyadari bahwa tindakan
mengadudomba, menghasut atau memfitnah merupakan kejahatan moral,
perilaku tercela, (al-akhlaq al-madzmumah) yang akan menghancurkan diri
sendiri dan kehidupan bersama.

Ia masuk dalam katagori dosa besar. Al-Qur’an sudah mengatakan :

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلاَّفٍ مَهِينٍ , هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

“Dan janganlah kamu ikuti siapapun yang mengobral sumpah lagi
berkarakter rendah, yang suka mencela yang senang mengadudomba
(memfitnah)”.(Q.S. Al-Qalam, 10-11).

Nabi Muhammad Saw bersabda :

ألا أخبركم بشراركم؟”. قالوا: بلى. قال:” المشَّاؤُون بالنميمة،
المفسدون بين الأحبة، البَاغُون البُرَآءَ العنت “. أخرجه البخاري في الأدب
المفرد

“Maukah kalian aku beritahu tentang orang-orang yang paling buruk di
antara kalian. Yaitu orang-orang yang kerjanya mengadu domba
(menghasut), yang gemar menceraiberaikan orang-orang yang saling
mengasihi/bersahabat, dan yang suka mencari kekurangan pada manusia yang
tidak berdosa.” (HR.Al-Bukhari).

Nabi juga bersabda bahwa para penghasut tidak akan masuk surga:

عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَجُلاً يَنِمُّ الْحَدِيثَ
فَقَالَ حُذَيْفَةُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ
« لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ ».

“Dari Hudzaifah, beliau mendapatkan laporan tentang adanya seseorang
yang suka melakukan adudomba maka beliau mengatakan bahwa beliau
mendengar Rasulullah bersabda, “Pelaku adu domba tidak akan masuk surga”
(HR Muslim no. 303).

قال الحافظ المنذري أجمعت الأمة على تحريم النميمة، وأنها من أعظم الذنوب عند الله

Al-Hafizh (Ahli hadits besar), Ibn Mundzir mengatakan : Ulama sepakat
(ijma’/konsensus) bahwa menghasut atau mengadu domba antar manusia
adalah haram dan ia termasuk dosa besar dalam pandangan Allah”

Leave a comment

Search

Back to Top