Polisi Kerahkan Satgas Pangan Untuk Tindak Para Spekulan Bawang Putih

Polisi Kerahkan Satgas Pangan Untuk Tindak Para Spekulan Bawang Putih

Ekonomi No Comments on Polisi Kerahkan Satgas Pangan Untuk Tindak Para Spekulan Bawang Putih

BeritaMonas.com – Satgas Pangan Polri akan menindak tegas spekulan yang menyebabkan harga bawang putih di awal bulan Ramadhan naik cukup drastis.

“Jika tujuh hari tidak turun maka Satgas Pangan akan melakukan
langkah-langkah penegakan hukum, artinya kami akan mengecek dimana yang
mengakibatkan stok bawang putih berkurang,” kata Kepala Biro Penerangan
Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo di Jakarta,
Rabu (8/5/2019)

Tindakan hukum akan dilakukan apabila harga
bawang putih maksimal dalam sepekan tidak turun hingga menyentuh harga
Rp40-45 ribu.

Bawang putih mengalami tren peningkatan harga dari
hasil pantauan Satgas Pangan di beberapa lokasi, di antaranya Pasar
Kramat Jati serta pasar di Cibitung dan Tangerang.

Tercatat
harga bawang putih dari Rp55.212 menjadi Rp60.976 per kilogram (Kg),
padahal harga normal tingkat grosir sebesar Rp40.000 per Kg sehingga
perkembangannya akan terus dipantau.

“Jika nanti naik sampai
harga Rp80.000 per Kg maka Satgas Pangan bekerja sama dengan Kementerian
Pertanian akan melakukan operasi pasar,” ujar Dedi Prasetyo.

Operasi pasar direncanakan dilakukan untuk menekan harga bawang putih di
pasar induk sampai Rp25.000 per Kg. Stok bawang putih akan
digelontorkan dalam rangka membuat harga lebih stabil.

Selain
pengawasan harga bahan pokok, kepolisian juga mengantisipasi kejahatan
pada bulan Ramadhan dengan operasi cipta kondisi yang digelar mandiri.

“Operasi cipta kondisi untuk mengontrol situasi kamtibmas itu mandiri
artinya setiap polda guna mengontrol gangguan kamtibmas bulan Ramadhan,”
kata dia seperti dilansir Antara.

Polres juga melakukan operasi
yang dilakukan selama 14 hari sejak beberapa hari sebelum bulan puasa
itu untuk mencegah kejahatan jalanan atau kejahatan konvensional.

Seperti
telah diinformasikan, Kementerian Pertanian (Kementan) mendistribusikan
8 ton telur ayam ras ke 7 pasar Jakarta. Masing-masing untuk Pasar
Palmerah, Gondangdia, Glodok, Pluit, Petojo Ilir, Tebet Barat dan Pulo
Gadung. Distribusi ini merupakan rangkaian operasi pasar yang digelar
sejak 3 hari lalu.

“Pemerintah ingin memastikan bahwa kebutuhan
masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau. Kita harus
pikirkan peternak, pedagang dan konsumen sama-sama untung,” ujar Menteri
Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Pasar Tebet Barat, Rabu
(8/5/2019).

Amran mengatakan, operasi pasar ini adalah hasil
kesepakatan semua pihak untuk menjaga kebutuhan masyarakat selama
menjalankan ibadah puasa. Untuk itu, peternak wajib mematok harga jual
wajar supaya harga pasar tetap sesuai.

Leave a comment

Search

Back to Top