ABJ: Kartu Jokowi Mantul untuk Rakyat

ABJ: Kartu Jokowi Mantul untuk Rakyat

Politik No Comments on ABJ: Kartu Jokowi Mantul untuk Rakyat

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengenalkan tiga kartu baru yang akan menjadi programnya saat terpilih kembali di Pilpres 2019 nanti. Ketiga kartu tersebut, yakni Kartu Prakerja, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Kartu Sembako.

Ketua Umum DPP Arus Bawah Jokowi, Michael F Umbas mengatakan kebijakan ini merupakan bentuk komitmen Jokowi terhadap arus bawah, rakyat bawah yang menjadi representasi dirinya.

“Alhasil dibuktikan dengan program-program pro rakyat yang tepat,” ujar Umbas dalam keterangannya, Senin (25/2/2019).

Menurut dia, kebijakan berbagai kartu ini manifestasi jawaban dari problematika dan romantika hidup Jokowi ketika pernah hidup susah, mengalami ketimpangan, dan himpitan hidup, memiliki ayah tukang jual bangku di pasar, tinggal di bantaran sungai dan pernah digusur.

“Atas dasar itulah sosok Jokowi menjadi pemimpin yang ingin menjadi solusi, menjawab semua persoalan-persoalan rakyat miskin, arus bawah dan kaum marginal atau kaum marhaen menurut Bung Karno,” ujar Umbas.

Menurut dia, Kartu Indonesia Pintar untuk menjawab ketakutan akan pendidikan mahal.

Kartu Indonesia Sehat untuk menjawab adagium “orang miskin dilarang sakit”.

PKH untuk menjawab kemiskinan struktural yang sulit dientaskan, lalu program Mekaar untuk memberi akses permodalan dan pasar bagi wirausahawan ibu-ibu RT.

“Dengan adanya tambahan 3 kartu baru itu akan mengcover banyak kebutuhan masyarakat yang selama ini belum terjangkau kebijakan,” ujar Umbas.

Menurutnya, Arus Bawah Jokowi memberi jempol apresiasi dan ungkapan terima kasih yang tinggi karena negara dibawah kepemimpinan Pak Jokowi sungguh-sungguh hadir. Kebijakan Pak Jokowi Mantul (Mantap Betul) untuk Rakyat.

Sebelumnya, Jokowi memperkenalkan 3 jenis kartu baru itu saat menyampaikan pidato kebangsaan dalam acara Konvensi Rakyat di Sentul International Convention Center, Bogor, Minggu (24/2) malam.

Ia menyampaikan, program ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Jokowi menyampaikan, pemerintah juga akan memberikan pelatihan vokasi kepada sekitar 500 ribu orang pada 2019 ini.

Leave a comment

Search

Back to Top