Dampak Luas dari Adanya Program Dana Desa

Dampak Luas dari Adanya Program Dana Desa

Ekonomi No Comments on Dampak Luas dari Adanya Program Dana Desa

BeritaMonas.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menyampaikan program dana desa yang pelaksanaannya dinilainya telah berhasil meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan di desa. Sehingga disebutnya memberikan banyak dampak untuk kemajuan desa.

“Tata kelola dana desa terus membaik. Hal ini bisa
dilihat dari penyerapan dana desa yang juga terus meningkat. Apalagi
desa-desa di Indonesia telah mampu membangun infrastruktur dasar dalam
jumlah yang sangat besar dan masif yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi
kebutuhan hidup dasar dan juga untuk membantu kegiatan ekonomi di
desa,” kata Eko dalam keterangan tertulis, Rabu (6/3/2019).

Berdasarkan
data Kemendes PDTT, penyerapan dana desa terus meningkat setiap
tahunnya. Pada 2015, penyerapannya mencapai 82% dari yang digelontorkan
sebesar Rp 20,67 triliun, pada 2016 naik menjadi 97% dengan gelontoran
dana desa sebesar Rp 46,98 triliun, pada 2017 naik lagi menjadi 98%
dengan dana desa sebesar Rp 60 triliun, dan tahun lalu penyerapannya
sudah di atas 99% dengan kucuran dana desa sebesar Rp 60 triliun.

Begitu
juga dengan capaian pembangunan infrastruktur yang begitu masif selama 4
tahun dengan data dari Kemendes PDTT yakni dengan telah terbangunnya
sarana dan prasarana penunjang aktifitas ekonomi masyarakat, seperti
terbangunnya 1.140.378 meter jembatan, jalan desa 191.600 kilo meter,
pasar desa sebanyak 8.983 unit, kegiatan BUMDes sebanyak 37.830 unit,
embung desa sebanyak 4.175 unit, sarana irigasi sebanyak 58.931 unit
serta sarana-prasarana penunjang lainnya.

Selain itu, dana desa
juga telah turut membangun sarana prasarana penunjang kualitas hidup
masyarakat desa melalui pembangunan 959.569 unit sarana air bersih,
240.587 unit MCK, 9.692 unit Polindes, 50.854 unit PAUD, 24.820 unit
Posyandu, serta 29.557.922 unit drainase.

“Banyak dampak dari
adanya program dana desa. Dana desa menjadi salah satu faktor dalam
mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, mengurangi angkat stunting,
mengurangi desa tertinggal, meningkatkan desa menjadi berkembang dan
mandiri, mengurangi angka pengangguran dan masih banyak dampak lainnya,”
ujar Eko.

“Tentunya itu semua berkat kerja keras dari semua
pihak, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintahan desa yang telah
bekerja keras dalam memastikan program dana desa maupun program
kementerian lainnya berjalan dengan baik,” sambungnya.

Eko juga
menyarankan prioritas penggunaan dana desa yang pada tahun 2019 untuk
lebih difokuskan pada pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat
desa. Apalagi, kata Eko, Kepulauan Riau memiliki potensi dari kekayaan
alamnya dengan sejumlah pulau-pulau yang terlihat eksotis sehingga bisa
mendatangkan pendapatan yang besar dari sektor pariwisata.

“Kepulauan
Riau ini bagus. Memang kalau difokuskan untuk infrastruktur itu nggak
akan pernah ada cukupnya. Jadi saya sarankan untuk pemberdayaan ekonomi
supaya kemampuan desa untuk membangun infrastruktur dengan income-nya
bertambah, bisa lebih kuat lagi karena potensinya sangat besar. Jadi,
kalau ekonominya berhasil, terserah mau bikin apa karena desa sudah
punya dana sendiri,” ungkapnya.

“Saya yakin Kepulauan Riau akan
menjadi salah satu daerah maju di dunia dengan perekonomian yang tumbuh
dari sektor wisata karena Kepulauan Riau ini mempunyai modal yang sangat
kuat dari pariwisata,” pungkas Eko.

Rapat kerja pemerintahan
desa yang diadakan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Selasa (5/3),
dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Riau, seluruh kepala desa, perangkat
desa, pendamping desa, unsur muspida Kepulauan Riau, dan sejumlah
perwakilan dari pemerintah kabupaten dan kota, serta pihak terkait
lainnya.

Leave a comment

Search

Back to Top