Sebar Fitnah: MUI Seharusnya Pecat Tengku Zulkarnain

Sebar Fitnah: MUI Seharusnya Pecat Tengku Zulkarnain

Politik No Comments on Sebar Fitnah: MUI Seharusnya Pecat Tengku Zulkarnain

BeritaMonas.com – Juru Bicara bidang toleransi dan keagamaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli, meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Tengku Zulkarnain, Wakil Sekjen MUI.

Alasannya, menurut Guntur Romli, karena Tengku Zulkarnain sudah terbukti dan mengaku menyebarkan fitnah ‘Pemerintah Legalkan Zina’.

“MUI harusnya pecat Tengku Zulkarnain, karena terbukti dan mengaku menyebarkan fitnah. Ini mempermalukan lembaga dan tokoh-tokoh yang ada di dalam MUI” kata Guntur Romli yang dikenal sebagai aktivis muda NU.

“Tengku Zulkarnain memang minta maaf. Tapi, maaf tidak menghilangkan tindakan pidana,” tuturnya.

Kalau semua kasus pidana bisa diselesaikan dengan maaf, kata Guntur Rombli, maling ayam, koruptor dan pembunuh tidak akan pernah masuk penjara.

“Penyebar fitnah dan hoax seperti Tengku Zulkarnain harus diproses hukum,” jelas Guntur Romli yang juga Caleg DPR RI dari PSI untuk Jatim III Situbondo Bondowoso Banyuwangi.

Tengku Zulkarnain, kata Guntur Romli, juga tidak layak disebut atau ngaku sebagai ustadz, apalagi disebut ulama.

Ada dua alasan menurut Guntur Romli, yang membuat Tengku Zulkarnain tidak layak disebut ustadz atau ulama.

Pertama, dia tidak menguasai keilmuan keislaman. Tashrif saja dia salah-salah, ngutip hadits bolak-balik.

Kedua, dia sudah terbukti berkali-kali menyebarkan hoax dan fitnah terus setelah heboh baru minta maaf.

“Kalau cuma modal gamis dan sorban, tapi hanya memamerkan kebodohan dan provokasi, zaman Nabi juga ada orang seperti ini, Abu Jahal” pungkas Guntur Romli.

Seperti diketahui, Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual ( RUU PKS ) belakangan masih menjadi perdebatan hangat.

Banyak pihak yang pro dan kontra terkait RUU PKS yang saat ini masih digodog oleh DPR.

Bahkan, baru-baru ini terjadi perdebatan antara Ustadz Tengku Zulkarnain dengan Anggota DPR RI, Ace Hasan Syadzilymembahas RUU PKS itu.

Potongan video pendek saat terjadi perdebatan pun tersebar di media sosial twitter.

Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya turut mengomentari postingan video itu.

Yunarto Wijaya pun menuliskan komentarnya terkait perdebatan dalam video itu.

Dalam kicauannya, Yunarto Wijaya juga menandai akun @Acehasan76.

Yunarto menganggap orang lebih dulu berbicara baru kemudian berfikir.

“Ternyata beneran, orang itu ngoceh dulu baru mikir…. Cc @acehasan76,” kicaunya dalam akun twiter @yunartowijaya.

Video itu mulanya di posting oleh akun twitter @anggotosabdo dengan menyertakan caption begini:

Sementara simbah @ustadtengkuzul lagi sibuk nyari KISI KISI, tapi gak ketemu, disitu harusnya Simbah belajar Utk tidaK SEMBRONO melemparkan FITNAH seolah2 Pemerintah dibalik RUU PKS, stlh tidak terbukti apkh Simbah mau meminta maaf atas pernyataanya. Jawabannya jelas TENTU TIDAK.” tulis caption akun @anggorosabdo.

Postingan video itupun ditanggapi Ace Hasan Syadzily yang memang ada dalam video itu.

Ace menanggapinya lewat akun twitter ppribadinya @Acehasan76 pada Minggu (11/3/2019).

Ace menjelaskan, bahwa saat itu ia satu forum dalam acara yang ditayangkan di InewsTV.

Dirinya bersama Ustad Tengku Zulkarnain berbicara soal RUU penghapusan Kekerasan Seksual.

Menurutnya, ia menantang Ustad Zul untuk menujukkan pasal mana yang membolehkan seks bebas, LGBT, dan pemerintah menyediakan kontrasepsi, dalam RUU itu.

“Saya satu forum di @OfficialiNewsTV dgn @ustadtengkuzul bicara soal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Sy tantang utk menunjukkan mana pasal yg membolehkan seks bebas, LGBT & pemerintah menyediakan kontrasepsi. Dia tak bisa menunjukkan!,” tulis Ace dalam postingannya. 

Leave a comment

Search

Back to Top