Pembebasan Siti Aisyah Sipuji Banyak Pihak

Pembebasan Siti Aisyah Sipuji Banyak Pihak

Sosial Budaya No Comments on Pembebasan Siti Aisyah Sipuji Banyak Pihak

BeritaMonas.com – Langkah pembebasan Siti Aisyah dari hukuman mati terkait kasus pembunuhan kakak tiri pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-nam di pengadilan Malaysia oleh Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo bisa menjadi acuan dalam memberikan perlindungan hukum bagi WNI lain di luar negeri.

Demikian pendapat tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPR RI dari F-PPP, Arsul Sani, kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/3). Arsul menilai bahwa langkah Pemerintah melakukan silent diplomacy merupakan pilihan yang tepat karena diplomasi dilakukan ketika kasus Siti Aisyah sedang berproses di pengadilan.

“Pemerintah sudah lama melakukan silent diplomacy kepada Pemerintah Malaysia, tetapi dengan tetap menghormati kedaulatan hukum dan sistem peradilan di Malaysia,” ujarnya.

Bahkan Asrul mengklaim selama ini Pemerintah dan DPR peduli terhadap perlindungan terhadap TKI yang bekerja di luar negeri, terutama yang sedang menjalani peradilan. Jadi, ia yakin ke depannya prinsip perlindungan seperti ini akan diterapkan pada WNI lainnya yang mengalami masalah.

“Prinsip perlindungan wajib hukumnya diterapkan untuk semua, akan tetapi kasus per kasusnya harus dilihat dan dipahami terlebih dulu,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Komunitas Anak Bangsa (KAB) Lourda H Budidharma hari ini di Jakarta. Menurutnya, bebasnya Siti Aisyah itu tak lepas dari upaya strategis yang dilakukan Pemerintahan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“Dan lebih esensial lagi, nurani yang diperlihatkan oleh seorang Presiden Republik Indonesia, di mana salah satu rakyatnya yang mungkin bagi sebagian orang disebut nobody, tetapi itu penting di mata Jokowi, sehingga diperjuangkan,” kata Lourda yang juga dikenal sebagai pengusaha kosmetik, pariwisata, dan perhotelan.\

Kebetulan juga, lanjutnya, Presiden Jokowi mempunyai asisten andal, seperti Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsyudi dan orang-orang di sekelilingnya yang juga bekerja.

“Sebab tidak lah akan bekerja para pihak tersebut, Menlu atau intelijen Indonesia kalau bosnya tidak memerintahkan atau memonitor. Jadi ini adalah satu PR beliau yang dilaksanakan dengan baik. Itu yang membuat saya tersentuh,” sebutnya.

Menurutnya, bebasnya Siti Aisyah juga merupakan suatu prestasi Pemerintah yang sungguh-sungguh memperjuangkan rakyat, tanpa banyak omong. Bahkan Presiden Jokowi beserta jajarannya tidak hanya sekadar memperjuangkan TKW dan TKI, tetapi juga memuliakan bangsa dan negeri ini.

“Saya rasa belum ada kepala negara kita yang sungguh sungguh seperti ini berjuangnya. Bayangkan dua tahun tanpa gembar-gembor tahu-tahu ada hasilnya,” tuturnya.

Keberpihakan dan empati Presiden Jokowi kepada Siti Aisyah bukan sekadar wacana atau orasi yang meledak-ledak, namun dibuktikan dengan tindakan nyata.

“Keberhasilan ini adalah kebenaran yang tak terbantahkan. Beliau telah berbuat tanpa memikirkan soal pencitraan semata,” tutup Lourda.

Leave a comment

Search

Back to Top