Hasil Survey Roy Morgan, Elektibilitas jokowi Unggul Di Pemilihan Umum

Hasil Survey Roy Morgan, Elektibilitas jokowi Unggul Di Pemilihan Umum

Politik No Comments on Hasil Survey Roy Morgan, Elektibilitas jokowi Unggul Di Pemilihan Umum

BeritaMonas.com – Jika tidak ada kejadian yang tak terduga dalam 45 hari ke depan, Presiden Joko Widodo kemungkinan akan berlayar ke pemilihan umum yang menguntungkan pada bulan depan.

Dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh surveyor Australia Roy Morgan, sekitar 58 persen responden mengatakan mereka akan ‘paling mungkin’ memilih petahana sebagai presiden periode selanjutnya. Jajak pendapat yang dilakukan pada bulan Januari, di antara 1.039 orang Indonesia yang akan memenuhi syarat untuk memilih dalam pemilihan 17 April, Roy Morgan mengatakan perkiraan kesalahan untuk hasilnya sekitar 3 persen.

Jajak pendapat itu menyatakan dukungan untuk Jokowi telah meningkat sekitar lima persen dibandingkan dengan pemilihan umum presiden yang dilakukan pada 2014 lalu, sementara dukungan untuk saingannya, mantan jenderal Angkatan Darat Prabowo Subianto, turun dengan jumlah yang sama menjadi 42 persen.

“Kinerja kuat ekonomi Indonesia selama lima tahun terakhir dan kepercayaan luar biasa yang diungkapkan oleh orang Indonesia dalam sehari-hari selama setahun terakhir tentu saja merupakan petunjuk kuat bagi keberhasilan kepemimpinan politik Presiden Jokowi menjelang pemilihan presiden April,” kata kepala eksekutif Roy Morgan Michele Levine pada sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Jokowi mendapatkan dukungan kuat di daerah pedesaan, di mana ia memimpin dengan 17 poin persentase. Keunggulannya di daerah perkotaan lebih tipis dengan memimpin enam poin persentase. “Dukungan atas Jokowi tersebar luas, namun yang paling kuat berada di daerah pedesaan di luar ibu kota, Jakarta, termasuk dari daerah asalnya di Jawa Tengah, dan di Jawa Timur, Bali, provinsi utara Sumatra, dan pulau Sulawesi,” kata Levine.

Jokowi tertinggal di Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan, menurut jajak pendapat yang telah dilakukan.

Terlepas dari upaya Prabowo dan pasangannya, Sandiaga Uno, untuk memohon ‘emak-emak’, atau ibu rumah tangga, Jokowi masih memiliki keunggulan yang signifikan di antara demografi perempuan.

“Jokowi juga memiliki sentuhan ajaib dengan wanita Indonesia—lebih dari 60 persen wanita mendukung Jokowi, dibandingkan dengan hanya 39 persen yang mendukung Prabowo,” ungkap Levine. Sebagian besar pendukung Jokowi berusia antara 25 dan 49 tahun.

Dukungan kuat untuk Jokowi mendukung partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dengan lebih dari 40 persen responden menunjukkan bahwa mereka akan memilihnya dalam pemilihan legislatif, yang akan bersamaan dengan pemilihan presiden.

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang dipimpin oleh Prabowo kemungkinan akan menarik sekitar 25 persen suara. Partai Demokrat, Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) kemungkinan akan mendapatkan poin 4 persen yang berada di ambang batas pemilihan. Jajak pendapat menunjukkan partai-partai ini, kecuali Golkar, berada dalam koalisi yang dipimpin oleh Prabowo.

Partai-partai yang tersisa, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan lainnya perlu berusaha cukup keras untuk memastikan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat.

Akan tetapi, prospek kemenangan yang besar ini tidak serta-merta membuat tim kampanye Jokowi berpuas hati. Tim tersebut mengatakan setiap hari berurusan dengan fitnah politik dan kampanye negatif yang merusak kepemimpinan petahana. Pekan lalu, polisi mendakwa tiga wanita atas penyebaran berita palsu. Ketiga wanita itu mengklaim bahwa Jokowi akan melarang azan jika ia terpilih kembali.

“Di tingkat akar rumput, masalah seperti ini dapat dengan cepat memengaruhi (suara).” Erick Thohir, ketua tim kampanye Jokowi, mengatakan pada hari Jumat. “Kami tidak ingin berpuas diri dulu, karena bahkan hal-hal kecil dapat menggagalkan kami. Kami akan melanjutkan usaha kami untuk memastikan kemenangan.”

Leave a comment

Search

Back to Top