GESITS Menjadi Bukti Keseriusan Pemerintah Kembangkan Motor Listrik

GESITS Menjadi Bukti Keseriusan Pemerintah Kembangkan Motor Listrik

Ekonomi, Sosial Budaya No Comments on GESITS Menjadi Bukti Keseriusan Pemerintah Kembangkan Motor Listrik

BeritaMonas, Jakarta – Pemerintah terus menerus berupaya untuk mengimplementasikan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), salah satunya dengan menggalakkan penggunaan motor listrik di Indonesia yang hemat biaya bahan bakar.  Hal tersebut ditegaskan General Manager PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), Ikhsan Asaad.

Menurut Ikhsan, biaya penggunaan motor berbahan bakar listrik jauh lebih murah daripada motor berbahan bakar minyak.

“Jauh lebih murah ya, dicas 3 kWh jarak tempuh bisa sampai 70 km. Jadi 3 kwh harganya Rp 5.000 untuk 70 km. Coba bayangkan kalau pakai kendaraan biasa, itu mungkin sudah Rp 20.000 untuk sekitar 3 liter minyak,” ungkapnya.

Ikhsan berharap masyarakat dapat menggunakan motor listrik secara luas. Dia juga menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir tidak ada stasiun pengisian bahan bakar listrik, karena pemerintah terus membangun infrastruktur SPLU (Stasiun Penyedia Listrik Umum) di Indonesia.

“Saya harap sih makin banyak yang gunakan motor listrik ini ya. Jadi kita tekankan juga, tidak perlu khawatir tidak ada SPLU. Tahun ini di Indonesia sudah ada 1.000, di Jakarta 700. Kita akan terus bangun infrastruktur nya supaya bisa ngecas di mana saja,” tandasnya.

Sebelumnya, motor listrik tersebut telah menjalani riset kurang lebih 10 tahun dari tahun 2007 yang  diprakarsai oleh Institut Teknologi Surabaya.

Sementara itu, Direktur Utama WIKA, Tumiyana menjelaskan bahwa secara spesifik,  layanan penggantian baterai di motor Gesits akan bekerjasama dengan SPBU Pertamina. Secara mekanisme pengendara bisa mengganti baterai bila telah habis, seperti mengganti gas elpiji 3 kg. Baterai untuk Gesits didesain untuk menempuh perjalanan sampai 70 kilometer.

Kemunculan GESITS menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam pengembangan motor listrik yang didukung dengan penyiapan program Low Carbon Emmision (LCE) untuk motor listrik. LCE merupakan pengembangan dari Low Cost and Green Car (LCGC) yang menelurkan mobil murah dan telah ada aturannya sejak 1 Juli 2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau.

Membangun industri motor listrik harus dimulai sejak dini karena asumsi harga minyak di masa depan naik perlahan. Secara fundamental bahan bakar fosil pasti akan terbatas bahkan habis sehingga dipastikan berdampak pada stok dan harga.  (RN/MCF)

Leave a comment

Search

Back to Top