Bayar Utang Era Sebelumnya, Pemerintah Terbukti Mampu Kelola Keuangan Dengan Baik

Bayar Utang Era Sebelumnya, Pemerintah Terbukti Mampu Kelola Keuangan Dengan Baik

Ekonomi No Comments on Bayar Utang Era Sebelumnya, Pemerintah Terbukti Mampu Kelola Keuangan Dengan Baik

BeritaMonas Jakarta – Pembiayaan utang pemerintah bertujuan untuk menutup defisit antara kebutuhan Belanja Negara dengan Pendapatan Negara akibat pemerintah mengambil kebijakan fiskal ekspansif sebagai upaya mengakselerasi roda perekonomian nasional di tengah gejolak perekonomian global. Selain itu, utang juga dijadikan sebagai instrument investasi pemerintah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui peningkatan alokasi belanja prioritas yang produktif.

Pemerintah terus berupaya agar defisit anggaran menyempit. Tahun 2015 defisit keseimbangan primer yaitu pendapatan dikurangi belanja diluar bunga utang sebesar Rp 142,5 T dan akan turun menjadi Rp 21,7 T pada 2019. Target defisit anggaran keseluruhan pada 2019 sebesar Rp 297,2 T atau 1,84% dari PDB. Artinya, beban penarikan utang baru untuk menutup defisit di kemudian hari akan semakin mengecil.

Kondisi utang Pemerintah saat ini masih baik dan jauh dari batas 60% PDB sesuai Keuangan Negara tahun 2003. Kenaikan utang pada akhir 2014 dengan Rp 2.068 T atau naik Rp 1.669 T hingga Semester I 2018 merupakan kumulatif utang, dimana pemerintah saat ini tetap bertanggung jawab atas kebijakan utang periode sebelumnya. Pemerintah terus berupaya menekan agresivitas penarikan utang baru meskipun harus menanggung beban kewajiban membayar bunga dan utang pokok dari periode satu dekade yang lalu.

Pemerintah mengelola utang dengan baik yaitu dengan menekan intervensi kreditor asing dalam dalam manajemen utang Pemerintah dengan mengutamakan utang Pemerintah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) sehingga porsi utang dari Pinjaman dana Luar Negeri sangat minim, denominasi SBN berupa Rupiah mencapai 70%, kepemilikan SBN didominasi residen (penduduk) sebesar 65% dan sisanya dimiliki oleh non residen (asing).

Beban bunga utang dalam jangka pendek (1 tahun) mulai berkurang karena porsi utang Pemerintah secara perlahan menurun dari 21,08% pada 2015 menjadi 20,56 % pada semester I 2018 dan pemerintah mendapat pengakuan layak investasi dari 5 lembaga yaitu S&P, Moodys, Fitch JCR dan R&I) yang menunjukan Indonesia konsisten melaksanakan disiplin fiskal dan teruji kredibilitas manajemen utangnya di mata internasional.

Sementar itu, beban utang generasi mendatang semakin berkurang karena seluruh imbal hasil (yield) SBN menurun dan rata-rata jatuh tempo pokok utang pemerintah juga terus menurun dari 9,82 di 2015 menjadi 8,67 di semester I 2018. Generas selanjutnya justru mendapat manfaat investasi dari yang dilakukan pemerintah dalam hal infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan sehingga daya saing bangsa salam jangka panjang semakin meningkat. (RN/MCF)

Leave a comment

Search

Back to Top