Karena Kecewa, Yusril Ihza Mahendra Putuskan Tinggalkan Prabowo

Karena Kecewa, Yusril Ihza Mahendra Putuskan Tinggalkan Prabowo

Politik No Comments on Karena Kecewa, Yusril Ihza Mahendra Putuskan Tinggalkan Prabowo

BeritaMonas, Jakarta – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra membenarkan adanya ajakan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk bergabung dalam tim pemenangan Pilpres 2019. Ajakan itu, kata dia, terjadi sekitar tiga bulan lalu langsung dari Sandiaga dan Waketum Partai Gerindra Ferry Juliantono. Namun Yusril akhirnya menolak bergabung dengan Prabowo-Sandi.

Yusril mengatakan bahwa dirinya meninggalkan Prabowo-Sandi karena kecewa. Prabowo-Sandi terkesan hanya ingin menguntungkan timnya sendiri dan bukannya menganut sistem ‘take and gift’ atau timbal balik dalam koalisi.

Selama ini,  tim Prabowo-Sandi tidak pernah merespon keinginanya. Bahkan setelah adanya draf aliansi yang dikeluarkan saat petinggi PBB bertemu Habib Rizieq di Arab Saudi.

“Pak Kaban dan Pak Afriyansah Noor untuk bertemu Habib Rizieq ya dan membahas hal yang sama dan setelah itu mereka menyusun draf aliansi partai-partai dan itu diajukan ke Pak Prabowo, tapi sampai hari ini juga enggak ada respon,” ungkapnya.

Seharusnya, lanjut Yusril, dalam koalisi ada timbal balik yang sesuai. Pasalnya ia akan meluangkan banyak waktu untuk memenangkan Prabowo-Sandi.

Prabowo-Sandi tidak membantu kepentingan PBB sementara PBB membantu Prabowo dan Sandiaga di Pilgub DKI. Tidak ada timbal balik yang bisa diberikan koalisi Prabowo untuk sama-sama memenangkan Pileg dan Pilpres.

“Saya katakan, kami kan PBB dulu sudah pernah bantu Pak Prabowo ya, kita sudah bantu Pak Sandi maju gubernur DKI. Wagub DKI. Kami punya kepentingan juga nih kita berhasil lolos empat persen ke dalam DPR,” ungkapnya.

Dia menilai, Prabowo sebagai pimpinan koalisi seharusnya berbicara pada semua partai koalisinya untuk bisa sama-sama memenangkan Pileg dan Pilpres bersamaan. Hal itu, kata dia, baru disebut sebagai timbal balik.

“Tapi apakah partai koalisinya juga ya semuanya bisa masuk ke parlemen itu baru namanya kita saling berkerja sama, tapi kalau cuman kami diminta bantu bapak, bapak enggak mau bantu kami gimana jadinya. Tentu tidak pernah ada jawaban waktu itu jawaban Pak Sandi dan Pak Ferry ya nanti kami akan bicarakan sama Pak Prabowo tapi sampai hari ini tidak pernah ada jawaban,” ucapnya. [anies/mcf]

Leave a comment

Search

Back to Top