Barantan Identifikasi Masalah Fasilitas PLBN Entikong

Barantan Identifikasi Masalah Fasilitas PLBN Entikong

Ekonomi No Comments on Barantan Identifikasi Masalah Fasilitas PLBN Entikong

BeritaMonas.com, Entikong –  Badan Karantina Pertanian (Barantan) akan mengidentifikasi permasalahan dan rumusan kebijakan untuk solusi dan optimalisasi pemanfaatan pembangunan fasilitas PLBN khususnya di Kalbar yang sejalan dengan kebijakan Presiden Jokowi membangun dari wilayah pinggiran.

“Sejalan dengan kebijakan Presiden, membangun dari wilayah pinggiran termasuk perbatasan antar negara, kita ingin mengidentifikasi permasalahan dan rumusan kebijakan untuk solusi dan optimalisasi pemanfaatan  pembangunan fasiltas PLBN, khususnya yang berada di Kalimantan Barat,” kata Sekretaris Barantan, drh. Sujarwanto.

Kawasan perbatasan negara sangat strategis untuk dijaga. Bentuk konkret penjagaan tersebut adalah dengan kehadiran negara di tengah masyarakat perbatasan. “Kesejahteraan harus dihadirkan di semua kawasan, tak terkecuali di tengah masyarakat perbatasan,” ujar Sujarwanto.

Sujarwanto bersama Direktur Pangan dan Pertanian  Badan Perencanaan Nasional (Bappenas), Anang Noegroho melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Entikong, Jumat (2/11) dalam rangka merumuskan terobosan kebijakan untuk mendorong pembangunan di Entikong.

Anang Noegroho menjelaskan bahwa pembangunan yang dilakukan menganut kebijakan desentralisasi asimetris untuk melindungi kepentingan nasional Indonesia di kawasan perbatasan, memperkuat daya saing ekonomi Indonesia secara global dan membantu daerah yang pemerintahannya belum cukup memadai dalam memberikan pelayanan publik sesuai Nawacita Presiden Jokowi.

Berdasarkan data pemerintah daerah tentang rencana pemanfaatan lahan di Kabupaten Sanggau pada 2011 – 2031, wilayah ini terbagi kedalam dua kawasan, yaitu: kawasan lindung dan kawasan budidaya. Kawasan lindung atau hutannya luas mencapai 552.017,09 dan kawasan budidaya seluas 724.096,29 ha.

Sarana, prasarana, SDM dan membangun sistem karantina dalam kerangka kerjasama BIMP EAGA serta pemanfaatan tekonologi inovasi layanan menjadi fokus perencanaan Barantan di tahun anggaran 2019 agar pembangunan pertannian berjalan lancar. (RN/MCF)

Leave a comment

Search

Back to Top