Kekayaan Dan Kemajemukan Indonesia Jangan Ternoda Karena Konflik

Kekayaan Dan Kemajemukan Indonesia Jangan Ternoda Karena Konflik

Ideologi, Sosial Budaya No Comments on Kekayaan Dan Kemajemukan Indonesia Jangan Ternoda Karena Konflik

BeritaMonas, Jakarta – Di era yang semakin modern, perkembangan negara tidak terlepas dari arus globalisasi. Namun arus globalisasi dapat juga berdampak negatif jika tidak diimbangi dengan karakter kepribadian bangsa yang kuat.

Dampak negatif globalisasi yakni memudarnya nilai luhur budaya bangsa seperti gotong royong, musyawarah dan kerjasama serta berkurangnya kecintaan dan apresiasi masyarakat terhadap budaya daerah dan nasional.

Karakter pemuda Indonesia yang kuat adalah menghargai harkat dan martabat sesama manusia, menjalin tekad bersama sebagai bangsa yang merdeka serta menjunjung tinggi demokrasi dan kedaulatan rakyat.

Kemampuan generasi muda yang begitu maju dalam mengikuti kemajuan teknologi harus disertai dengan pengetahuan yang mumpuni terkait wawasan kebangsaan dan Pancasila.

Membangun karakter bangsa adalah penting untuk menjadikan kaum muda cinta tanah air, cinta produk dalam negeri, memiliki toleransi tinggi terhadap sesama warga bangsa, serta mempunyai wawasan dan apresiasi atas budaya dan kebudayaan bangsa disertai pemahaman akan pentingnya perdamaian dunia.

Bangsa Indonesia adalah satu dalam keragaman,  dengan 1340 suku, 2.500 bahasa daerah dan 6 agama , kekayaan ini tidak dimiliki oleh negara lain, bahkan negara peserta KTT Asia Afrika mengatakan bahwa Indonesia sebagai rujukan untuk mengelola keberagaman suku, agama, ras dan golongan.

Oleh karena itu,jangan biarkan potensi kemajemukan bangsa ternodai oleh konflik horisontal dan sepatutnya kita berbangga dan menjaga keharmonisan

Seperti yang dikatakan Presiden Joko Widodo, ‘Hentikan gesekan antar kelompok, jangan saling menghujat dan menjelekkan karena kita semua saudara sebangsa dan setanah air.’ (RN/MCF)

Leave a comment

Search

Back to Top