LIPI: Pemerintah Harus Ofensif Pada Penggunaan Monoidentitas Dalam Politik Di Indonesia

LIPI: Pemerintah Harus Ofensif Pada Penggunaan Monoidentitas Dalam Politik Di Indonesia

Hankam, Politik No Comments on LIPI: Pemerintah Harus Ofensif Pada Penggunaan Monoidentitas Dalam Politik Di Indonesia

BeritaMonas, Jakarta – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mochtar Pabottingi mengingatkan jika politik identitas seperti Suku Agama dan Ras Antar golongan (SARA) terus dimainkan pada Pilpres 2019 akan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan, tidak menutup kemungkinan Indonesia akan berakhir karena perbedaan itu sendiri.

Masalahnya kata Mochtar, selama Indonesia merdeka, baru kali ini politik identitas menguat bukan hanya diperkotaan bahkan hingga ke kampung-kampung.

“Selama saya 73 tahun hidup tidak pernah saya rasakan bahwa sistem kebangsaan yang sudah kuat kita tanam, rapuh ternyata,” kata Mochtar dalam diskusi Evaluasi pemerintah tahun 2017 dan Political Outlook 2018 di Jakarta, Rabu (20/12).

Mochtar menjelaskan, bahayanya politik identitas di era sekarang ialah karena percampuran semua elemen yang dapat membuat resiko perpecahan semakin menguat. Dimana politisasi agama muncul saat kerinduan akan negara khilafah juga mulai menguat.

Belum lagi kata Mochtar, literasi masyarakat yang rendah dan perkembangan media sosial membuat perpecahan dengan sangat mudah menyentuh kesetiap individu masyarakat itu sendiri.

Semua elemen yang benar-benar perduli dengan keberlanjutan bangsa Indonesia tidak boleh diam. Para pelaku politik yang bertanggung jawab, civil society, partai politik yang masih sadar dan terutama pemerintah harus benar-benar bisa ofensif pada penggunaan monoidentitas dalam politik di Indonesia.

“Karena itukan menghancurkan, politik bunuh diri itu. Jika diam ya kita bisa kacau terus, malah bisa bubar,” imbuhnya.

Leave a comment

Search

Back to Top