BG Lebih Disukai Publik di Posisi Cawapres

BG Lebih Disukai Publik di Posisi Cawapres

Politik No Comments on BG Lebih Disukai Publik di Posisi Cawapres

Jakarta, BeritaMonas – Salah satu isu yang menarik seputar Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 adalah kemungkinan besar kembali bertarungnya Joko Widodo dan Prabowo untuk Pilpres, dan siapa yang bakal menjadi pasangan kedua tokoh tersebut.

Berdasarkan survey PolMark Research Center (PRC) pada 13-25 Nopember 2017 lalu, ada temuan yang menunjukkan tingginya referensi pemilih menyatakan setuju jika Joko Widodo dipasangkan dengan Budi Gunawan (65%). Masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan lebih dengan konfigurasi pasangan ini ke depan.

Pasangan Jokowi-Budi Gunawan unggul dibanding  konfigurasi pasangan lainnya  seperti: Joko Widodo – Muhaimin (64%), Joko Widodo – Chairul Tanjung (64,6%), Joko Widodo – AHY (63,5%), Joko Widodo – Gatot Nurmantyo (63,1%) ataupun Joko Widodo – Anies Rasyid Baswedan (62,9%).

Konfigurasi Joko Widodo- Budi Gunawan juga mengunggului Prabowo – Gatot Nurmantyo (63,5%), Prabowo – Chairul Tanjung (58,0%) atau pun Prabowo – Zulkifli Hasan (57,1%).

Survey Nasional PRC ini mencoba memotret preferensi calon pemilih menjelang pemilu 2019. Pengambilan data primer survey dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah responden 2600 orang, menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan margin of error ± 1,9% pada taraf kepercayaan 95%.

Selain konfigurasi pasangan tersebut, Surnas PolMark Research Center (PRC) juga mendapatkan kesimpualan: Pertama, Secara umum masyarakat Indonesia mengetahui bahwa pada tahun 2019 akan dilaksanakan Pemilu Legislatif (50,5%) dan Pemilu Presiden 2019 (60,1%) namun dari prosentasi tersebut (86,9%) masyarakat Indonesia belum memiliki calon legislatif.

Kedua, Jika Pemilu Legislatif dilaksanakan hari ini, PDI Perjuangan memiliki elektibilitas tertinggi (24,2%), Golkar (8,2%) dan Gerindra (9,2%). Temuan Surnas ini menjelaskan bahwa kenaikan maupun penurunan elektibilitas parpol dari Pileg 2014 ke pemilihan saat ini tidak menunjukkan angka yang drastic sehingga dapat disimpulkan bahwa elektibilitas parpol saat ini cenderung stabil.

Ketiga, Popularitas dan kedisukaan para tokoh menjelang Pilpres 2019 menunjukkan bahwa Tokoh Joko Widodo, Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto mempunyai Popularitas yang tinggi di atas (90%) tingkat popularitas ini dianggap wajar karena keempat tokoh tersebut menjadi tokoh poros dalam dinamika politik Indonesia, sementara dalam aspek kedisukaan Joko Widodo memiliki prosentase tertinggi (85,2%)

Keempat, Jika Pemilihan Presiden dilaksanakan hari ini (pada saat survey berlangsung) secara spontan menyebut Joko Widodo (41%) dan Prabowo Subianto (15,9%) sebagai calon presiden, beberapa nama lain juga bermunculan namun angkanya jauh di bawah Undecided Voters sebesar (35,8%)

Kelima, Mayoritas masyarakat Indonesia menginginkan kembali Presiden Joko Widodo untuk memimpin kedua kalinya (52,5%), Kinerja Joko Widodo dianggap terbukti dan dianggap peduli rakyat karena turun langsung kepada masyarakat.

Keenam, Dalam konteks permasalahan bangsa Indonesia secara umum persoalan kemiskinan menjadi masalah utama bagi masyarakat Indonesia (29,5%), tingginya harga kebutuhan pokok (16,8%), masalah korupsi (16,3%).

Kesimpulan selanjutnya, Temuan survey selanjutnya mengenai kepuasan masyarakat atas kinerja Presiden Joko Widodo (75,8%) dan kepuasan atas Wakil Presiden Jusuf Kalla (69,1%) dimana Pembangunan Infrastruktur menjadi faktor dominan tingkat kepuasan tersebut.

Terakhir, Pertimbangan masyarakat Indonesia dalam memilih pasangan calon Presiden banyak dipengaruhi oleh keinginan masyarakat untuk memilih pasangan calon Presiden dengan kriteria ; tegas dan berwibawa dalam memimpin (22,8%), merakyat dan peduli pada masyarakat (21,4%), mempunyai visi kerakyatan (13,0%) dan beberapa kriteria lainnya. (ral/gor)

Leave a comment

Search

Back to Top