Sedikitnya 15 daerah di Indonesia menolak FPI karena dikhawatirkan merusak kerukunan yang telah terjalin selama ini

Sedikitnya 15 daerah di Indonesia menolak FPI karena dikhawatirkan merusak kerukunan yang telah terjalin selama ini

Ideologi, Sosial Budaya No Comments on Sedikitnya 15 daerah di Indonesia menolak FPI karena dikhawatirkan merusak kerukunan yang telah terjalin selama ini

Jakarta, BeritaMonas – Penolakan terhadap Front Pembela Islam- FPI terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Sedikitnya 15 daerah di Indonesia menolak kehadiran FPI di wilayahnya. Penolakan mereka terhadap FPI bukannya tidak beralasan, mereka menilai FPI dapat mengancam kebhinekaan dan kerukunan beragama yang ada diwilayahnya. Oleh sebab itu mereka secara tegas menolak FPI untuk masuk kedaerah mereka apalagi mendirikan ranting ataupun cabangnya di daerah mereka.

Beberapa daerah yang menolak FPI diantaranya Semarang. Seperti diketahui beberapa waktu lalu di kota semarang sejumlah ormas menyatakan menolak terhadap pendirian FPI semarang sehingga mereka langsung bertindak untuk membubarkan rencana pembuatan cabang FPI Semarang. Selain dari semarang adanya juga di Pontianak Kalimantan Barat. Di kota garis khatulistiwa FPI ditolak secara tegas. salah seorang pimpinan FPI ditolak untuk dapat memasuki kota karena dikhawatirkan dapat menghasut warga menjadi intoleran dan merusak kerukunan yang sudah tercipta secara baik di Pontianak.

Memang suka ataupun tidak pengaruh pilkada DKI Jakarta begitu kuat ke sejumlah daerah. Isu agama yang di mainkan dalam pilkada DKI Jakarta sempat mengacaukan persepsi warga Jakarta dan berpotensi menimbulkan konflik horizontal jika tidak segera di redam oleh aparat keamanan. Peran FPI yang tergolong kelompok agama fundamentalis saat pilkada DKI Jakarta juga menjadi sorotan masyarakat di seluruh Indonesia, maka makin banyak warga Indonesia yang paham akan potensi ormas ini sebagai kuda tunggangan untuk kepentingan apa saja dengan menggoreng sentimen agama mengobrak- abrik kerukunan warga.

Daerah lain nampaknya merasakan kekhawatiran warga Jakarta akan semakin berpengaruhnya kaum fundamentalis yang sedikit demi sedikit mengikis kebhinekaan. Meski tidak kolaps,harus diakui kerukunan agama di Jakarta sempat ambigu dan sensitif terhadap sentimen agama.

Mencegah pengaruh FPI ke daerah lain menjadi sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya konflik horizontal di tengah jumlah aparat keamanan dan perlengkapan anti huru hara yang minim di luar Jakarta. Oleh karena itu penolakan ormas yang kerap bertindak anarkis ini harus didukung penuh oleh semua elemen masyarakat agar kearifan lokal si seluruh daerah di Indonesia dapat terjaga dan tidak terkontaminasi dengan faham – faham yang fundamentalis.

Komitmen kepala daerah dan seluruh pimpinan daerah menjadi kekuatan besar agar pengaruh fundamental FPI tidak menyebar ke daerah – daerah di Indonesia sehingga semangat kearifan lokal yang di bungkus dalam kebhinekaan dan kerukunan umat dapat terus terjaga dengan baik.

Disisi lain, penolakan terhadap FPI di lebih 15 daerah di Indonesia memberi sebenarnya menjadi tambahan semangat bagi warga Jakarta untuk berjuang melawan ide-ide Jakarta Bersyariah yang berpotensi memecah belah seperti yang terjadi di Suriah.

FPI sendiri harus terus berada dalam koridor hukum di Indonesia dimana FPI sebagai organisasi kemasyarakatan atau ormas harus mematuhi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 58 Tahun 2016 Tentang Pelaksanaan Undang – undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan. Yang diantaranya harus berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Jika FPI sudah mulai menyimpang bukan tidak mungkin FPI dapat dibubarkan seperti halnya Hizbut Tahrir Indonesia – HTI yang mengusung Faham Khilafah anti Pancasila. Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia baik di Jakarta maupun di seluruh daerah di Indonesia dapat secara cerdas menilai keberadaan FPI. Jika justru merusak kebhinekaan dan kerukunan umat beragama dan anti Pancasila, Ormas FPI dapat di usulkan untuk dievaluasi atau dibubarkan sama halnya dengan Hizbut Tahrir Indonesia-HTI.

(HA)

Leave a comment

Search

Back to Top