Isu Pria di Papua Ditelanjangi Anggota Polisi HOAX

Isu Pria di Papua Ditelanjangi Anggota Polisi HOAX

Hankam, Sosial Budaya No Comments on Isu Pria di Papua Ditelanjangi Anggota Polisi HOAX

Jakarta –
Isu:

Foto seorang pria di Papua dalam keadaan telanjang, tangannya diikat ke belakang, wajah berdarah dan telihat ditendang polisi beredar di media sosial. Dalam foto itu ditulis cerita penganiayaan yang dilakukan polisi terhadap pria tersebut.

Foto tersebut menjadi ‘diskusi’ panjang dari para pengguna Facebook. Mereka ada yang terbawa emosi dan banyak yang mengumpat aksi tak pantas yang dilakukan oleh polisi. Sebagian ada yang mengaitkannya dengan isu diskriminasi. Sebenarnya, foto apa itu?

Investigasi:

detikcom menelusuri foto yang beredar luas di media sosial. Hasilnya pria itu bernama Yusuph Aleksander Waita, bukan korban penganiayaan yang dilakukan polisi, tetapi dia pelaku pemerkosa anak perempuan berusia 10 tahun yang masih duduk di kelas IV SD.

Kabid Humas Papua Polda Papua Kombes Patridge Renwarin mengatakan kasus pemerkosaan itu terjadi pada Rabu, 10 Februari 2016. Anak perempuan itu diculik dan dibawa ke dalam hutan oleh pelaku. Sebelumnya orang tua korban sempat menelepon anaknya dan korban bilang dibawa oleh orang tak dikenal ke tengah hutan.

“Orang tua korban lalu menyusul dan mencari keberadaan anaknya,” kata Patridge.

Akhirnya korban berhasil ditemukan bersama dengan pelaku di kawasan Mile 21. Pelaku sudah dalam kondisi tanpa busana bersama korban. Korban berhasil diamankan oleh orang tuanya, sedangkan pelaku berusaha kabur dan bersembunyi di rawa-rawa di dalam hutan.

“Pelaku berhasil dikejar dan ditangkap oleh ayah korban,” ucapnya.

Pelaku kemudian dibawa keluar hutan. Saat sampai di luar hutan ternyata sudah banyak warga yang menunggu. Mereka marah dengan aksi keji pelaku dan langsung memukulnya. Salah seorang warga lalu menelepon polisi untuk melaporkan kasus ini. Pelaku kemudian dibawa polisi ke Polsek Mimika Baru untuk diproses hukum.

“Polisi tidak menelanjangi pelaku tapi sudah ditemukan telanjang di dalam hutan,” katanya.

Tali yang digunakan untuk mengikat adalah tali milik warga, bukan polisi. Soal tendangan kaki polisi yang tampak di foto, Patridge mengatakan saat itu pelaku dalam keadaan mabuk dan berontak saat akan dibawa ke dalam mobil patroli. Agar pelaku tak lari, polisi menahannya agar tidak kabur.

Pelaku pemerkosaan itu berkerja sebagai tukang ojek. Dia memang sudah mengincar korban saat pulang sekolah.

“Pelaku sudah diproses dan ditahan di Polsek Mimika,” terang Patridge.

Terkait foto polisi yang terlihat sedang menendang tersangka, Polda Papua mengatakan sedang dalam pemeriksaan.

Kesimpulan:

Foto pria di Papua telanjang dan berdarah yang beredar di media sosial bukan korban penganiayaan polisi, melainkan pelaku pemerkosaan yang sudah dihakimi warga. Memang benar ada anggota polisi yang terlihat menendang pelaku. Polisi tersebut diperiksa. Foto tersebut benar, tapi cerita tentang peristiwanya hoax.

Leave a comment

Search

Back to Top