Sosialisasi Pengawasan Pilwalkot Semarang 2015

Sosialisasi Pengawasan Pilwalkot Semarang 2015

Politik, Sosial Budaya No Comments on Sosialisasi Pengawasan Pilwalkot Semarang 2015

Panitia Pengawas pemilihan (Panwas) Kota Semarang bekerjasama dengan CosdeC (Centre of Society Development for Democracy) Semarang mengadakan acara Sosialisasi Pengawasan dengan stake holder dengan tema” Dengan Semangat Hari Pahlawan Kita Wujudkan Pilkada Serentak 2015 Damai Tanpa Kekerasan “ acara tersebut bertempat di Gedung Moch. Ichsan Lantai 8 Komplek Balaikota Semarang pada pukul 09.00 s/d Selesai
Dalam sambutannya ketua Panwas Pemilihan Kota Semarang , Muhammad Amin menjelaskan peran semua stake holder dalam membangun nilai-nilai demokrasi dalam wujud peran serta masyarakat secara aktif dalam pengawasan pemiihan walikota dan wakil walikota Semarang tahun 2015 pada tanggal 9 Desember 2015.
“ Dengan semangat hari pahlawan , kita mengajak semua stake holder melakukan pengawasan secara aktif dalam menyongsong pemilihan Walikota dan Wakil Walikota 9 Desember 2015 nanti dan menciptakan pemilu yang bermartabat, jujur dan adil” ujarnya .
Lebih lanjut Amin menjelaskan bahwa peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengawal sistem demokrasi terutama dalam hal pengawasan terhadap semua tahapan pemilihan terutama saat tahapan kampanye yang sedang berlangsung. Masyarakat bisa menjadi mata dan telingan pengawas pada semua tingkatan baik itu ditingkat Kota, Kecamatan dan juga tingkat kelurahan dan melaporkan dugaan-dugaan pelanggaran dalam pemilihan walikota dan wakil walikota 2015 kepada Pengawas pemilihan disemua tingkatan.
Dalam sosialisasi yang diselenggarakan, mengundang narasumber dari Redaktur Senior Wawasan (Sosiawan), KPU Kota Semarang ( Agus Suprihanto) dan Akademisi UNDIP (DR. Sri Wahyu Ananingsih) yang dalam paparannya menegaskan pentingnya semua pihak berperan aktif dalam melaksanakan pemilihan secara damai dengan peran-peran masing-masing.
Agus Suprihanto, menjelaskan mekanisme kampanye yang saat ini berlangsung dengan aturan-aturan pembatasan baik bahan kampanye, alata peraga kampanye dan dana kampanye dengan semangat bahwa calon-calon walikota dan wakil walikota diharapkan dapat langsung bertemu dan dengan masyarakat dengan memaparkan visi dan misi secara langsung.
“ Semangat pembatasan-pembatasan itu dimaksudkan agar calon lebih banyak turun bersentuhan langsung denan masyarakat dan masyarakat juga mengerti betul apa visi dan misinya “ ujarnya
Sementara Sosiawan sebagai redaktur senior dari Wawasan lebih menyoroti peran media dalam meliput semua kegiatan dalam kampanye dengan cara professional dan berimbang dan juga peran media menjadi pentng dalam mewujudkan pilkada serentak damai tanpa kekerasan.
Senada dengan itu, Ananingsih sebagai akademisi lebih banyak menyoroti peran-peran akademisi yang juga sangat berperan dalam mewujudkan pilkada damai dengan cara mengawal pelaksanaan dan melaporkan dugaan pelanggaran kepada penyelenggara pemilu.
Dalam kegiatan tersebut mengundang juga tim masing-masing paslon, pelajar, mahasiswa, LSM dan tokoh-tokoh masyarakat serta stake holder terkait. (Alim)

Leave a comment

Search

Back to Top